Suara Denpasar - Perseteruan antara pedangdut Dewi Perssik dan Ketua RT tempat tinggalnya, Lebak Bulus, belum menemui titik terang. Sebagaimana diketahui, perseteruan itu bermula ketika Dewi Perssik mengakui apabila Ketua RT menolak sapi kurban miliknya.
Pak RT sendiri juga sudah angkat bicara mengenai kisruh tersebut dan banyak netizen yang menilai apabila konflik itu muncul hanya karena kesalahpahaman. Mediasi pun sempat dilakukan antara Dewi Perssik dan Ketua RT namun tak membuahkan hasil.
Tak sedikit warganet yang kemudian meminta Dewi Perssik untuk meminta maaf. Namun alih-alih meminta maaf, Dewi Perssik justru menyinggung sikap Ketua RT yang menurutnya arogan.
"Masalah minta maaf itu gampang cuman sikap Pak RT-nya ini menurut saya arogan. Kenapa? Karena 'kan sapi itu keperluan berkurban untuk masyarakat," kata Dewi Perssik dalam cuplikan video yang diunggah ulang oleh akun gosip @pembasmi.kehaluan.reall.
Tak hanya itu, Dewi Perssik juga menilai apabila Ketua RT tempat tinggalnya justru memprovokasi warga. "Menurut saya itu tak patut dilakukan oleh seorang RT," tambah pedangdut tersebut.
Dewi Perssik berharap agar Ketua RT-nya juga memiliki kesadaran untuk saling mengakui kesalahan, alih-alih memarahi asisten rumah tangganya. Namun, alih-alih mendapat dukungan, Dewi Perssik justru banjir komentar negatif dari netizen.
"Bukannya Pak RT-nya santai yaa? Yang arogan itu bukannya dia sampe nangis ngamuk?" tanya @fatttrzky.
"Kalau Pak RT-nya arogan, terus dia apa, yang sampai teriak-teriak gitu?" sahut @a_t_g_u_std.
"Sepertinya mediasi kemarin buat ajang melampiaskan emosi aja," ujar @ramadina84.
(*)