Suara Denpasar – Kontroversi Jakarta International Stadium (JIS) kabarnya menimbulkan adanya kecaman dari ratusan ribu Jakmania alias para penggemar Persija.
Dikabarkan, ratusan ribu Jakmania itu mengecam sekaligus melawan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir lantaran dinilai terlalu politisasi JIS yang sebetulnya sudah sesuai standar FIFA.
Tak hanya itu, Jakmania beserta ribuan suporter lain dan pembela Anies Baswedan juga disebut-sebut menolak renovasi JIS hingga melakukan aksi pengepungan kantor PSSI.
Berita ini disebarkan oleh kanal YouTube CATATAN DEMOKRASI pada Minggu, 9 Juli 2023, melalui sebuah video berdurasi 8 menit 9 detik yang telah ditonton 8 ribu kali.
“Lawan Ketum PSSI!! Ratusan Ribu Jakmania Kecam Eric Thohir Politisasi JIS yang Sudah Standart FIFA,” tulis sang pengunggah pada judul video, sebagaimana dilansir Suara Denpasar, Minggu (9/6/2023).
Pada sampul video, tersaji kericuhan yang disinyalir dilakukan Jakmania dan ribuan suporter lain dengan dilengkapi narasi ‘Kepung Kantor PSSI! Aksi Bela Anies, Jakmania dan Ribuan Suporter Tolak Renovasi JIS’.
Berikut ini hasil penelusuran cek fakta tim Suara Denpasar terkait video yang telah beredar tersebut.
CEK FAKTA:
Setelah disaksikan secara utuh, rupanya video tersebut menyajikan informasi yang tidak sesuai dengan judul serta thumbnail yang dinarasikan.
Pasalnya, video itu malah berisikan penjelasan mengenai pembangunan stadion Jatidiri yang dilakukan Ganjar Pranowo.
Dalam video tersebut, narator menerangkan bahwa Stadion Jatidiri di Semarang, Jawa Tengah dibangun Ganjar Pranowo hanya ala kadarnya saja karena hasil dari stadion berkapasitas 25 ribu itu terlihat buruk dan dinilai tidak dikerjakan dengan bersungguh-sungguh.
Setelahnya, narator baru membahas seputar polemik JIS yang disebut menjadi bahan untuk menjatuhkan Anies Baswedan. Pasalnya, stadion ini dibangun pada masa Anies masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.
Dalam tayangan tersebut, ditampilkan pula cuplikan video tokoh pengamat politik yang menyinggung isu JIS ini rentan dijadikan sebagai bahan politisasi, terutama untuk menuduh Anies melakukan korupsi pembangunan stadion tersebut.
“Anda bisa bayangkan omongan (Ketum PSSI) itu dijadikan bahan untuk DPRD DKI (Jakarta)i untuk memeriksa Anies Baswedan dengan tuduhan ada korupsi dan lain sebagainya,” tutur pria yang tidak diketahui identitasnya itu.
Sementara kabar soal adanya kecaman ribuan Jakmania hingga aksi pengepungan di kantor PSSI malah tidak dibahas selama tayangan berlangsung.