Suara Denpasar – Winger Timnas Indonesia, Saddil Ramdani kembali memperlihatkan penampilan gacornya di Liga Super Malaysia.
Dalam laga lanjutan pekan ke-16 Malay Super League, Saddil Ramdani yang sudah diturunkan sejak menit awal berhasil mempersembahkan kemenangan dramatis bagi Sabah FC saat menjamu Kuching City dengan skor akhir 4-3.
Laga ini menjadi penanda penampilan ke-12 dirinya bersama Sabah FC di musim ini.
Hebatnya lagi, ia bukan hanya mencatatkan 1 gol dan 2 assist pada match ini, tetapi juga berhasil mengantarkan klubnya itu naik peringkat ke posisi keempat klasemen sementara.
Bagi Saddil, catatan ini tentu akan menambah performanya yang sebelumnya berhasil dia bukukan sebanyak 6 gol dan 6 assist dari segala kompetisi resmi musim ini.
Penampilan gacor saddil bersama Sabah FC yang diarsiteki Ong Kim Swee, tak luput jadi perhatian akun pengulas para pemain abroad Indonesia.
Lewat akun Instagram @idn_abroad, Indonesian Footballers Abroad itu lantas membagikan kembali cuplikan penampilan Saddil Ramdani serta memberikan kalimat dukungan untuk sang pemain.
“Menyala @saddilramdanii,”tulisnya seraya menambahkan emoji api, dikutip Suara Denpasar, Minggu (9/7/2023).
Di antara 128 komentar yang tersaji, ada satu reaksi yang paling menarik perhatian, yaitu berasal dari akun bernama @anzhif_11.
Tak seperti komentar lain yang memuji hingga mengkritik penampilan Saddil bersama Sabah FC, akun tersebut malah menyinggung soal alasan Saddil tak pernah naik ke level Eropa.
Dengan mengaku sebagai penggemar lama Saddil Ramdani, pemilik akun @anzhif_11 itu mengatakan bahwa ia berharap idolanya itu bisa naik ke level Eropa. Namun, menurutnya Saddil justru malah memilih tetap berada di klub Malaysia dengan alasan keluarga.
“Udah setahun lebih saya sering komen di IG-nya Sadil berharap dia segera menaikkan level dengan abroad ke Eropa. Tapi dia tetap saja di Malaysia dengan alasan dia tulang punggung keluarga,” komentar akun bernama @anzhif_11.
Pada 2022 lalu, Saddil Ramdani memang sempat dikabarkan dapat tawaran dari klub Eropa dan Austria yang menginginkan jasanya, namun pemain berusia 24 tahun itu mengaku sedikit keberatan jika harus meniti karier yang secara jarak, jauh dari keluarganya.
Apalagi, ia juga mengaku bahwa dirinya merupakan tulang punggung keluarga yang menghidupi ibu dan 4 orang saudaranya.
Hal inilah yang selalu membuat Saddil harus berpikir keras jika ingin naik ke level Eropa. (*)