Suara Denpasar - Sebuah gebrakan baru akan dilakukan duet Erick Thohir dengan pelatih Timnas Indonesia Shin Tae Yong, dengan cara ini hasilnya banyak pemain keturunan Grade A mulai tertarik untuk join ke Timnas Indonesia.
Timnas Indonesia sudah mulai menerapkan program naturalisasi pemain pada tahun 2010. Ini dilakukan untuk memperkuat kekuatan timnas saat berlaga di kancah internasional.
Namun program naturalisasi ini dianggap masih gagal menghasilkan pemain yang mumpuni dan mendongkrak prestasi timnas Indonesia. Hal ini karena kebanyakan pemain yang dinaturalisasi grade nya masih rendah dari yang diharapkan.
Dilansir dari kanal Youtube GL-News Report, kini Erick Thohir dan Shin Tae Yong akan mengubah sistem tersebut dan siap mendatangkan pemain naturalisasi grade A.
Gebrakan baru itu kabarnya sudah disambut baik oleh beberapa pemain keturunan Indonesia di luar negeri yang menjadi incaran PSSI.
Walaupun program naturalisasi sudah berjalan selama hampir 13 tahun, namun hanya beberapa pemain saja yang bisa dibilang berbuah manis.
Dari pengalaman tersebut kini PSSI mulai selektif dalam program naturalisasi pemain, terlebih di era kepelatihan Shin Tae Yong. Pelatih asal Korea Selatan itu ternyata punya caranya sendiri untuk menaturalisasi pemain.
Cara yang dilakukan Shin Tae Yong adalah dengan mengutamakan pemain yang memiliki garis keturunan Indonesia dan yang berusia muda.
Alasannya, pemain yang memiliki keturunan Indonesia akan memiliki rasa ikatan emosional yang kuat negara Indonesia, sedangkan usia muda maka karirnya akan berlangsung lama di timnas.
Tercatat di era kepelatihan Coach Shin ini ada beberapa nama pemain yang sukses menjalani program naturalisasi, diantaranya Sandy Walsh, Jordi Amat, dan Shayne Pattynama.
Mereka diketahui memang masih punya garis keturunan dari orang tua yang berdarah asli Indonesia. (Rizal/*)