Suara Denpasar - Pemain Diaspora atau para pemain yang berkarier di luar negeri tapi berpaspor Indonesia, dikabarkan dicoret satu persatu dari seleksi Timnas Indonesia U-17 yang dipersiapkan untuk melakoni laga Piala Dunia U-17 pada November mendatang.
Dengan tercoretnya para pemain Diaspora ini, Timnas Indonesia U-17 diyakini tak akan setangguh yang dibayangkan.
Kabar dicoretnya para pemain Diaspora ini, tercuat dari kanal YouTube Timnas Fanatik lewat sebuah video berdurasi 2 menit 30 detik yang sudah ditonton lebih 1,5 ribu kali.
"BENCANA DATANG!! Pemain Diaspora Dicoret Satu Persatu, Timnas U-17 tak Setangguh yang Di Bayangkan," tulis sang pengunggah pada judul video yang disebarkan Minggu (16/7/2023).
Pada bagian sampul video, dinarasikan pula bahwa kabar mendadak ini berawal dari peraturan konyol yang diterapkan PSSI hingga membuat para pemain Diaspora disebut jadi ogah ikuti seleksi.
Berikut ini hasil penelusuran cek fakta tim Suara Denpasar terkait video tersebut.
CEK FAKTA:
Setelah ditelusuri, video itu rupanya berisikan penjelasan mengenai para pemain keturunan yang tampil gemilang di luar negeri dan kini sedang mengikuti seleksi Timnas U-17.
Namun, mereka belum tentu akan berkesempatan masuk Timnas Indonesia U-17 untuk mengikuti Piala Dunia U-17.
Menurut narator, hal ini sudah dikonfirmasi oleh manajer Timnas Indonesia, Kombes Sumardji kepada jurnalis belum lama ini.
Beberapa nama pemain diaspora yang sudah mengikuti seleksi nasional Timnas U-17 di antaranya seperti Welber Halim Jardin, Madrid Augusta, Mahesa Ekayanto, Staffan Qabiel Horitto, Aaron Liam Suitela, dan Aaron Nathan Ang.
Namun, Sumardji menyebut mereka harus mengikuti pemusatan pelatihan TC terlebih dahulu dan tidak ada jaminan berhasil lolos seleksi. Bahkan, ia mengatakan apabila pemain diaspora tak menunjukkan skill yang diinginkan, ia akan dicoret dari timnas.
Selebihnya, narator hanya membahas soal absennya salah satu pemain keturunan yang saat ini membela Sao Paulo, yakni Welber Halim Jardin dari pemusatan latihan Timnas U-17.
Sedangkan kabar dicoretnya satu persatu pemain diaspora malah tidak dibahas selama tayangan berlangsung.
Dilansir dari Suara.com, Kepala Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji memang memastikan pemain Diaspora tidak mendapat jaminan langsung masuk skuad garuda untuk Piala Dunia U-17. Tetapi ia tidak pernah menyinggung soal pencoretan pemain Diaspora.
Lebih lanjut, Sumardji mengatakan bahwa para pemain yang dipilih hanya pemain yang menunjukkan performa terbaiknya. Apabila ia tak sesuai keinginan pelatih, maka besar kemungkinan akan dikembalikan ke klub asalnya.
"Kalau memang itu bagus, kita pakai. Kalau enggak layak, kita kembalikan lagi," kata Sumardji, sebagaimana dikutip dari Suara.com, Senin (17/7/2023).
Kesimpulan:
Dari hasil penelusuran di atas, dapat dipastikan kabar dicoretnya pemain diaspora satu persatu dari Timnas Indonesia U-17 merupakan berita tidak benar atau hoaks. (*/Ana AP)