Suara Denpasar - Gubernur Bali Wayan Koster memberi atensi khusus terkait dugaan pemalakan yang dilakukan oleh seorang driver (yang juga sebagai guide) kepada turis asal Srilanka di Pura Besakih, Kabupaten Karangasem, Bali, pada Sabtu (15/7).
Turis itu mengaku dipalak Rp 150 ribu. Diceritakannya bahwa setelah dia diajak berkeliling area Pura Besakih oleh driver sekaligus tour guidenya itu dia sempat membayar Rp 50 ribu. Hanya saja guide tersebut mematok tagihannya sendiri yaitu Rp 150 ribu.
Terkait itu, Wayan Koster mengatakan dia telah menghubungi pihak Pengelola Fasilitas Kawasan Suci Pura Agung Besakih agar memberikan peringatan keras terhadap pelaku pemalakan tersebut.
"Saya sudah WA barusan kepala badan (Pengelola Fasilitas Kawasan Suci Pura Agung Besakih) benar ada dua warga SriLanka yang dipalak. Sudah dipanggil yang ini dan dibreefing keras," tegas Wayan Koster, Senin (17/7/2023).
Koster meminta agar Pengelola Fasilitas Kawasan Suci Pura Agung Besakih memperhatikan setiap guide di area tersebut.
Sebab sudah ada pakta integritas yang mengikat. Apabila dilanggar maka sebaiknya Koster meminta untuk di pecat.
"Itu kan (guide) lokal sana ada ikatannya dengan badan pengelola. Sudah ada tanda tangan pakta integritas. Diberikan peringatan satu, kemudian kalau melanggar lagi peringatan kedua dan peringatan ketiga. Udah itu putus," tandasnya. (Rizal/*)