Suara Denpasar - Umat Muslim akan memasuki Tahun Baru Islam pada tanggal 1 Muharram 1445 H.
Pada bulan ini, terdapat beberapa amalan yang sangat dianjurkan, salah satunya adalah puasa Tasu'a dan puasa Asyura. Namun, apa sebenarnya keutamaan dari puasa Tasu'a dan Asyura?
Puasa Tasu'a dan Asyura adalah jenis puasa sunnah yang dilakukan pada bulan Muharram. Kedua puasa ini sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW karena memiliki banyak keutamaan.
Keutamaan Puasa Tasu'a dan Asyura
Ada beberapa dalil yang menganjurkan umat Muslim untuk melaksanakan puasa sunnah di bulan Muharram. Pertama, Imam Nasai meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW berpuasa di bulan Muharram setelah bulan Ramadhan.
Beliau SAW kemudian memerintahkan para sahabatnya untuk berpuasa di bulan Muharram.
Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Muharram adalah bulannya Allah SWT yang di dalamnya tepat menjadi hari bertobat umat Islam atas dosa-dosa yang terdahulu."
Dalil kedua berasal dari Imam Muslim yang meriwayatkan dari Abu Qatadah bahwa ketika Rasulullah ditanya oleh sahabatnya tentang puasa Asyura, Beliau menjawab, "Puasa Asyura dapat menghapus dosa satu tahun sebelumnya."
Dan yang ketiga, Imam Baihaqi meriwayatkan bahwa Rasulullah memerintahkan para sahabatnya untuk berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram dengan niat agar tidak menyamakan puasa ini dengan ibadah sunnah umat Yahudi.
Kapan Puasa Tasua dan Asyura Dilaksanakan?
Puasa Tasu'a berlangsung pada hari kesembilan bulan Muharram, sementara puasa Asyura dilakukan pada hari kesepuluh bulan Muharram.
Berdasarkan kalender Masehi tahun 2023, diprediksikan 1 Muharram 1445 H jatuh pada hari Rabu, 19 Mei 2023. Dengan demikian, puasa Tasu'a dapat dilaksanakan pada hari Kamis, 27 Juli 2023, sementara puasa Asyura dapat dilakukan pada hari Jumat, 28 Juli 2023.
Bacaan Niat Puasa Tasu'a
Untuk puasa Tasu'a yang dilakukan pada tanggal 9 Muharram, berikut adalah bacaan niat yang perlu diucapkan:
"Nawaitu shauma tasu'a sunnatan lillahi ta'ala"