Direktur Persebaya Candra Wahyudi Layangkan Protes Keras atas Sanksi Komdis PSSI

Suara Denpasar | Suara.com

Sabtu, 22 Juli 2023 | 13:30 WIB
Direktur Persebaya Candra Wahyudi Layangkan Protes Keras atas Sanksi Komdis PSSI
Direktur Persebaya Candra Wahyudi Layangkan Protes Keras atas Sanksi Komdis PSSI

Suara Denpasar – Komitmen untuk menciptakan pertandingan sepak bola yang kondusif dan aman adalah tujuan bersama untuk menjaga integritas olahraga ini.

Namun, ketika keputusan sepihak Komisi Disiplin (Komdis) PSSI menghukum klub-klub Liga 1 terkait aturan larangan kehadiran suporter tamu, Direktur Persebaya, Candra Wahyudi, menyuarakan protes atas sanksi yang diberikan kepada klubnya.

Komdis memberlakukan denda sebesar Rp25 juta kepada Persebaya karena adanya suporter klub tersebut yang hadir dalam pertandingan sebagai tamu.

Dilansir dari laman resmi Persebaya, sudah beberapa musim terakhir, Komdis seringkali dianggap seperti pengadilan yang bermuara pada vonis yang semaunya sendiri.

Proses pemanggilan, pendengaran keterangan, atau kesempatan pembelaan terabaikan. Komdis tiba-tiba saja menyelenggarakan sidang dan menjatuhkan sanksi dengan nominal yang dianggap sewenang-wenang.

Tak hanya itu, dalam beberapa vonis, Komdis bahkan menegaskan bahwa tidak ada opsi banding bagi klub yang dihukum. Ini menimbulkan pertanyaan tentang fungsi Komisi Banding (Komding) yang seharusnya menjadi bagian dari badan yudisial PSSI.

Kontroversi lainnya muncul dari aturan larangan kehadiran suporter tamu. Aturan ini diberlakukan sebagai bagian dari transformasi sepak bola Indonesia setelah Tragedi Kanjuruhan, dengan harapan menciptakan pertandingan yang lebih kondusif. Namun, aturan ini dianggap sebagai deretan kata-kata tanpa teknis yang jelas dalam penerapannya di lapangan.

Direktur Persebaya juga memberikan protes tentang bagaimana cara mencegah kehadiran suporter tamu ketika tiket dijual secara online, atau bagaimana mengecek deteksi domisili dengan benar.

Klub-klub telah berusaha untuk mengatasi masalah ini dengan himbauan kepada suporter tuan rumah dan upaya langkah evakuasi jika suporter tamu datang. Namun, tidak ada jaminan bahwa semua suporter tamu dapat dicegah dengan sempurna.

Candra Wahyudi, menyatakan bahwa timnya juga telah berusaha meminimalisasi pergerakan suporter tamu dengan menggelar acara nonton bareng. Namun, ketika ada suporter tamu yang tetap datang dan pertandingan berlangsung tanpa insiden kerusuhan, apakah Persebaya harus dipersalahkan?

Pemandangan kondusif di dalam stadion, seperti yang terlihat pada dua pertandingan antara Persebaya dan klub lain, adalah apa yang diinginkan oleh semua pihak, termasuk PSSI. Namun, keputusan sanksi tetap dijatuhkan tanpa pandang bulu pada klub-klub yang memiliki suporter tamu.

Sebagai tambahan, beberapa klub memiliki fans base yang besar dan menjadi sumber pendapatan saat mendukung tim mereka bertandang ke kandang lawan. Namun, Komdis sepertinya belum menyajikan solusi yang jelas dalam mencegah kedatangan suporter tamu.

Pertanyaan mengenai proses pemilihan anggota Komdis juga mencuat. Menurut ketentuan dalam statuta PSSI, anggota Komdis harus diajukan oleh anggota dan dipilih melalui proses di kongres. Namun, Kongres PSSI beberapa waktu lalu memutuskan menyerahkan proses ini kepada executive committee (exco), yang akhirnya menghasilkan lima anggota Komdis yang ternyata juga diisi oleh orang-orang lama.

Sepertinya Komdis harus menghadapi tantangan dalam menegakkan aturan pertandingan dengan baik dan benar sehingga tak berujung pada protes, sebagaimana dilakukan oleh direktur Persebaya. (*/Dinda)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Persebaya Surabaya Didenda Komdis PSSI Rp25 Juta, Tim Bajul Ijo Gercep Ingatkan Bonek: Ayo Ditaati Bersama

Persebaya Surabaya Didenda Komdis PSSI Rp25 Juta, Tim Bajul Ijo Gercep Ingatkan Bonek: Ayo Ditaati Bersama

| Sabtu, 22 Juli 2023 | 11:06 WIB

Keok Dari PSIS Semarang, Aji Santoso Ingatkan Tim Soal Ini, Persebaya Surabaya Jamu RANS Nusantara

Keok Dari PSIS Semarang, Aji Santoso Ingatkan Tim Soal Ini, Persebaya Surabaya Jamu RANS Nusantara

| Jum'at, 21 Juli 2023 | 13:41 WIB

Terpuruk Usai Ditaklukan PSIS Semarang, Aji Santoso Minta Pemain Persebaya Bangkit Jelang Kontra Rans Nusantara FC

Terpuruk Usai Ditaklukan PSIS Semarang, Aji Santoso Minta Pemain Persebaya Bangkit Jelang Kontra Rans Nusantara FC

| Kamis, 20 Juli 2023 | 23:18 WIB

Terkini

'Maaf, Nggak Open House', Benarkah Gen Z Kini Pilih Privasi Saat Lebaran?

'Maaf, Nggak Open House', Benarkah Gen Z Kini Pilih Privasi Saat Lebaran?

Jakarta | Minggu, 22 Maret 2026 | 23:52 WIB

THR Tak Lagi Pakai Amplop, Transfer Digital Kini Geser Tradisi Lebaran?

THR Tak Lagi Pakai Amplop, Transfer Digital Kini Geser Tradisi Lebaran?

Jakarta | Minggu, 22 Maret 2026 | 23:38 WIB

Rekor 29 Kali One Way di Jalur Bandung-Garut! Strategi Polisi Urai Macet Mudik 2026

Rekor 29 Kali One Way di Jalur Bandung-Garut! Strategi Polisi Urai Macet Mudik 2026

Jabar | Minggu, 22 Maret 2026 | 23:30 WIB

Kumpul Keluarga Inti Kini Jadi Pilihan, Tradisi Lebaran Ramai-Ramai Mulai Ditinggalkan?

Kumpul Keluarga Inti Kini Jadi Pilihan, Tradisi Lebaran Ramai-Ramai Mulai Ditinggalkan?

Lampung | Minggu, 22 Maret 2026 | 23:25 WIB

Lelah Arus Mudik? Ini 5 Destinasi Alam di Bogor untuk Self-Healing Bareng Keluarga

Lelah Arus Mudik? Ini 5 Destinasi Alam di Bogor untuk Self-Healing Bareng Keluarga

Bogor | Minggu, 22 Maret 2026 | 23:21 WIB

Misteri Terkuak di Cipayung! 7 Fakta Kunci Kasus Pembunuhan Wanita DA yang Ditemukan Tewas Terkunci

Misteri Terkuak di Cipayung! 7 Fakta Kunci Kasus Pembunuhan Wanita DA yang Ditemukan Tewas Terkunci

Banten | Minggu, 22 Maret 2026 | 23:07 WIB

Inggris Tak Mampu Tahan Rudal Iran, London Kini Dalam Jangkauan Sejjil

Inggris Tak Mampu Tahan Rudal Iran, London Kini Dalam Jangkauan Sejjil

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 23:05 WIB

Hari Fitri, Uang Baru Berpindah Tangan, Berbagi Tetap Hidup, Meski Keadaan Tak Selalu Ringan

Hari Fitri, Uang Baru Berpindah Tangan, Berbagi Tetap Hidup, Meski Keadaan Tak Selalu Ringan

Sumsel | Minggu, 22 Maret 2026 | 23:02 WIB

Waspada Macet Total! Senin Besok Diprediksi Puncak Arus Balik di Jalur Puncak-Cianjur

Waspada Macet Total! Senin Besok Diprediksi Puncak Arus Balik di Jalur Puncak-Cianjur

Bogor | Minggu, 22 Maret 2026 | 22:43 WIB

Motor Hantam Lubang di OKU Timur Berujung Maut, Ditabrak Mobil Kabur: Ini 5 Fakta Tragisnya

Motor Hantam Lubang di OKU Timur Berujung Maut, Ditabrak Mobil Kabur: Ini 5 Fakta Tragisnya

Sumsel | Minggu, 22 Maret 2026 | 22:11 WIB