Suara Denpasar – Beredar kabar Anies Baswedan buang AHY dan permalukan Partai Demokrat di depan media.
Agus Harimurti Yudhoyono dikabarkan resmi tidak dipilih sebagai Cawapres dari Koalisi Perubahan, benarkah?
Koalisi Perubahan merupakan koalisi pengusung Capres Anies Baswedan oleh tiga partai, yaitu Nasdem, Demokrat dan PKS.
Kabar AHY dibuang Anies itu disebarkan oleh kanal YouTube PILIHAN RAKYAT satu hari lalu, yaitu pada Sabtu, 22 Juli 2023 dengan video berdurasi 15 menit 52 detik dan sudah ditonton 33 ribu kali.
Pada thumbnail video dituliskan narasi ‘Anies Buang AHY, Demokrat Dipermalukan di Depan Media’, dilansir Suara Denpasar pada Minggu, (23/7/2023).
Selain itu, video itu juga disebar dengan judul ‘Anies Resmi Tak Pilih AHY – Bahkan Permalukan Depan Media Dengan Cara Ini’.
Berikut ini hasil penelusuran tim Suara Denpasar terkait beredarnya video tersebut, inilah hasil cek faktanya.
CEK FAKTA
Setelah diputar, video itu berisikan narasi bahwa Anies Baswedan menyampaikan kepada AHY untuk jangan terlalu berharap jadi Cawapres.
Kemudian dikabarkan Anies menyampaikan nama sosok lain yang akan jadi Cawapresnya.
“Nah lho, Anies permalukan AHY di depan umum, jangan terlalu berharap untuk dipilih jadi Cawapres dan terang-terangan ungkap sosok lainnya,” ucap sang narator.
Hingga akhir video tidak ditemukan bukti bahwa Anies Baswedan menyampaikan pernyataan itu kepada AHY selaku Ketua Umum Partai Demokrat.
Faktanya, dikutip dari antaranews.com, AHY sejak bulan Juni 2023 lalu sudah menegaskan bahwa persoalan Cawapres merupakan kewenangan penuh Anies.
Jadi tidak bisa dibenarkan benar AHY sangat berharap jadi Cawapres dan Anies sampai buang sosok tersebut, terlebih tidak ada bukti valid.
“Ada sejumlah kriteria calon wakil presiden yang sudah disepakati bersama oleh tiga partai, yang itu semua kami serahkan pada akhirnya ke bakal calon presiden kami Mas Anies Rasyid Baswedan untuk bisa menentukan siapa yang dianggap terbaik,” ucap AHY.