Mafia PPDB Tak Bisa Tidur, Arya Wedakarna Surati Kejaksaan dan Kepolisian

Suara Denpasar

Senin, 24 Juli 2023 | 12:55 WIB
Mafia PPDB Tak Bisa Tidur, Arya Wedakarna Surati Kejaksaan dan Kepolisian
Arya Wedakarna (Suara Denpasar/ Rovind Bou)

Suara Denpasar - Persoalan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) layaknya sebuah gerakan mafia. Selain ada jalur belakang yang melibatkan banyak oknum dari angota DPRD Bali, sekolah, maupun institusi lain. Ternyata, ada juga besaran dana yang harus disetorkan oleh orang tua calon siswa yang ingin anaknya bisa lolos di sekolah favorit.

Jumlahnya juga tidak tanggung-tanggung. Yakni mencapai Rp 30 jtua. Terkait hal tersebut, Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa atau disapa Arya Wedakarna (AWK) menilai bahwa banyak kepentingan dari PPDB ini. Bukan hanya terkait materi semata dengan adanya pungli, namun juga politik. 

Mengingat, PPDB dengan sistem zonasi begitu terkait dengan daerah pemilihan anggota DPRD.

Hal ini tentu sudah diketahui oleh para politisi senior dan mereka dalam setiap PPDB tentu memberikan rekomendasi kepada siswa-siswa yang berasal dari dapilnya.

Dia pun mengajak untuk berhitung secara perolehan suara. Jika ini dilakukan dari lima tahun lalu.

Sudah berapa suara yang diraih oleh anggota DPRD incumbent. Belum lagi lewat penyaluran bansos.

Nah, terkait dengan adanya data enam ribu lebih siswa PPBD yang diduga masuk lewat jalur belakang.

Arya Wedakarna mengaku sudah bersurat kepada kejaksaan untuk mengusut kasus ini.

"Kemarin dari kepolisian datang ke kantor dan saya berikan datanya," katanya dalam bincang-bincang di kanal Youtube @Jeg Bali dalam video berjudul "JALUR BELAKANG RP 30 JUTA/SISWATERNYATA PPDB ADA MAFIANYABEGINI CARA KERJANYA-Arya Wedakarna" yang dikutip denpasar.suara.com, Senin (24/7/2023).

baca juga

Disinggung moderator terkait pengakuan oknum yang tertera namanya dalam daftar tersebut menyatakan data itu adalah tahun 2021.

Ini menurut dia, bukan menjadi alasan aparat penegak hukum untuk berhenti mengusut kasus ini.

Bahkan, bisa menjadi satu lompatan awal. Jika berkaca itu pada tahun 2021, pastinya jumlah siswa titipan pada 2023 ini akan lebih banyak karena dekat dengan tahun politik. 

Dia juga menggarisbawahi bahwa rekomendasi  yang diberikan oleh oknum anggota dewan itu sudah melanggar hukum.

"Dasar hukumnya apa kewenangan anggota dewan itu untuk merekomendasikan? Kita harus patuh dengan peraturan yang ada," pungkasnya. ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

DPRD Bali Sarankan Aturan Wisman Bayar Rp150 Ribu Harus Luwes, Tidak Boleh Pukul Rata

DPRD Bali Sarankan Aturan Wisman Bayar Rp150 Ribu Harus Luwes, Tidak Boleh Pukul Rata

Denpasar | Kamis, 13 Juli 2023 | 20:00 WIB

Wayan Koster di 2024, NasDem Bali: Beliau Harus Berjuang Lagi

Wayan Koster di 2024, NasDem Bali: Beliau Harus Berjuang Lagi

Denpasar | Selasa, 04 Juli 2023 | 11:10 WIB

Terkini

Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal

Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 01:25 WIB

Bank Sumsel Babel Pacu Digitalisasi Keuangan Daerah, Banyuasin Percepat Implementasi KKPD

Bank Sumsel Babel Pacu Digitalisasi Keuangan Daerah, Banyuasin Percepat Implementasi KKPD

Sumsel | Jum'at, 26 Juni 2026 | 23:42 WIB

Di Tengah Ramai Desakan Tes Urine, Prima Salam Kembali Muncul di Acara Gerindra

Di Tengah Ramai Desakan Tes Urine, Prima Salam Kembali Muncul di Acara Gerindra

Sumsel | Jum'at, 26 Juni 2026 | 22:54 WIB

Rp160 Miliar Diduga Tak Pernah Masuk Kas Daerah, Aktor Utama Korupsi Sungai Lalan Dibidik

Rp160 Miliar Diduga Tak Pernah Masuk Kas Daerah, Aktor Utama Korupsi Sungai Lalan Dibidik

Sumsel | Jum'at, 26 Juni 2026 | 22:42 WIB

Dari Apel Premium hingga Cokelat, Gaya Hidup Sehat Ala Selandia Baru Hadir di Indonesia

Dari Apel Premium hingga Cokelat, Gaya Hidup Sehat Ala Selandia Baru Hadir di Indonesia

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2026 | 22:30 WIB

PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang

PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 22:08 WIB

Meski Angkat Koper, Arda Guler Selamatkan Wajah Timnas Turki di Piala Dunia 2026

Meski Angkat Koper, Arda Guler Selamatkan Wajah Timnas Turki di Piala Dunia 2026

Bola | Jum'at, 26 Juni 2026 | 22:05 WIB

Cerita Fajar Nugra Ubah Penampilan demi Film Pemikat Jiwa

Cerita Fajar Nugra Ubah Penampilan demi Film Pemikat Jiwa

Video | Jum'at, 26 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang

Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:58 WIB

Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA

Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:53 WIB

×