Suara Denpasar - Baru-baru ini masyarakat sekitar Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Kartalangu melayangkan protes karena bau sampah yang dikeluarkan.
"Desa Budaya Berubah Jadi Desa Baudaya, Kami Masyarakat Tidak Terima Janji Busuk Apalagi Bau Busuk". Begitu bunyi narasi satire yang ditulis dalam spanduk.
Terkait bau sampah tersebut, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan harus dibutuhkan pengelolaan yang baik.
Salah satu sumber pengelolaan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Kartalangu agar tidak bau bisa dari pungutan Rp 150 ribu terhadap wisatawan mancanegara yang sedang direncanakan oleh Pemprov Bali.
Karena itu dia mendukung kebijakan pungutan terhadap wisman yang masuk Bali tersebut. Untuk memelihara sampah katanya.
"Kalau (pungutan wisman) itu bagus buat Bali kenapa tidak? Untuk memelihara sampahnya. Saya titip ya, kita jangan berpolemik mengenai sampah, sampah itu harus dibersihkan. Kalau ada baunya, saya sudah bicara dengan Walikota, diperbaiki lah," kata Luhut saat ditemui di Sanur, Bali, Selasa (25/7/2023).
Masih tentang bau sampah di TPST Kartalangu, Luhut mengingingatkan agar jangan digiring sebagai isu politik. Bau sampah, kata dia, harus dibersihkan jangan dijadikan alat politik.
"Tapi jangan digunakan jadi isu-isu politik, gak bagus itu. Jadi perbaiki aja untuk mengurangi baunya. Karena lebih bau kalau tidak diproses," pesan Luhut. (*/Dinda)
Baca Juga: Gak Nyangka! Di Bali Ada Kampung Islam Kuno yang Pernah Jadi Pemukiman 40 Prajurit Majapahit