Suara Denpasar - Baru-baru ini heboh Michelle Ashley, anak Pinkan Mambo mengaku tidak mendapat ijin kerja oleh sang ibu setelah ia membuat pengakuan bahwa dirinya adalah korban pelecehan ayah tirinya.
Pinkan Mambo memberikan alasan mengapa ia tidak memberi ijin Michelle Ashley untuk kerja. Alasan yang ia ungkap ke publik ternyata membuat mantan vokalis duo ratu itu banjir hujatan.
Sebelumnya ia membenarkan bahwa putri sulungnya yang menginjak usia 17 tahun itu memintanya membuat KTP untuk persyaratan kerja sebagai pelayan restoran.
"Dia minta diurusin KTP karena mau jadi waiters di restoran,"ungkap Pinkan dikutip dari vidio yang diunggah akun TikTok Cerita Seleb, Kamis (3/8/2023).
Alih-alih mendukung keinginan sang anak untuk memiliki penghasilan sendiri dengan menjadi pelayan restoran, Pinkan malah menolak mentah-mentah permintaan sang anak.
Pinkan Mambo tidak meng ijinkan Michelle Ashley kerja sebagai pelayan restoran karena merasa profesi tersebut tidak cocok untuk anaknya.
Ia merasa Michelle memiliki nama besar sebagai anak seorang publik figure.
Wanita berusia 42 tahun itu menginginkan sang anak menjadi seorang influencer yang aktif di sosial media.
Hal tersebut dinilainya lebih baik karena lebih menguntungkan dibandingkan menjadi seorang pelayan restoran.
Baca Juga: Hadapi Tim Kampung Halaman, Bek Persib Bandung Putu Gede Siap Habis-Habisan Perjuangkan Poin Penuh
"Saya bilang Michelle itu artis, nama Michelle besar. Michelle main aplikasi aja udah gajian setiap hari, mami ajarin bisnis tiap hari," tuturnya.
Kedati ia telah memberikan opsi untuk Michelle memilih pekerjaan yang cocok untuknya, gadis remaja itu tetap dengan mendirianya yang membuat Pinkan naik pitam.
"Tapi dia milih untuk jadi waiters, dia minta surat ijin mau kerja, saya bilang gak mau kasih," ujarnya.
Sontak alasan Pinkan menuai hujatan dari warganet, pasalnya ia dinilai sebagai ibu yang tidak memberi suport untuk anaknya.
"Mama kok matiin semangat anaknya, kasian loh," komentar @deeri**.
"Didukung bunda.. jangan dipojokin bunda," komentar @nad**.