Suara Denpasar - Timnas U-17 Indonesia baru saja menelan kekalahan telak 0-3 saat melawan Barcelona Juvenil A dalam laga uji coba di Stadion Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Rabu (2/8/2023).
Akibat kekalahan itu, posisi Bima Sakti sebagai juru taktik kepala yang dipercaya PSSI untuk memimpin Timnas U-17 Indonesia terancam.
Tak sedikit pula para suporter yang meminta PSSI segera mengganti pelatih asal Balikpapa itu dengan juru taktik asal Jerman, Frank Wormuth.
"Kalau kata gue mah mending yang dari Jerman itu disuruh adi pelatih U-17 aja, jangan si bim," tulis akun bernama @andreeee9899 dalam kolom komentar postingan PSSI yang mengabarkan perihal perjuangan para peserta seleksi Timnas U-17 di Manado.
"Kenapa nggak frank aja pelatihnya, bayar dua mahal-mahal cuman jadi pendamping," tambah aku bernama @fitra.adi_.
Meskipun permintaan suporter itu semakin menjadi, namun Ketua Umum pssi Erick Thohir memastikan bahwa Bima Sakti akan tetap menjadi pelatih Timnas U-17 Indonesia dan tidak akan digantikan siapa pun, termasuk Frank Wormuth.
Erick Thohir mengatakan bahwa juru taktik asal Jerman itu sudah menyepakati untuk mendampingi Bima Sakti, bukan menggantikan posisinya sebagai pelatih kepala.
"Dia (Frank Wormuth) sudah menyepakati pekerjaanya untuk menjadi pendamping pelatih timnas U-17 Indonesia," ungkap Erick Thohir, dikutip dari Instagram @timnasbolaa, Kamis (3/8/2023).
Lebih lanjut, Menteri BUMN itu juga membeberkan kalau Frank Wormuth bahkan sudah tiba di Indonesia.
Baca Juga: Takut? Media Vietnam Bongkar Taktik Timnas Indonesia
"Tadi pagi saya mendapatkan laporan bahwa Frank Wormuth sudah berada di Bali," katanya.
Tiba di Indonesia, Erick memastikan Frank Wormuth akan bertugas di belakang pelatih Timnas U-17. Ia juga bisa memberikan masukan-masukan kepada Bima Sakti beserta jajaran ofisial pelatih lainnya.
Tak hanya itu, pelatih kelahiran Berlin itu pun bisa memberikan arahan kepada para pemain Timnas U-17 Indonesia.
"Jadi tugasnya hanya itu, bukan untuk melatih timnas U-17 Indonesia karena itu sudah terlewat," pungkasnya. (*)