Suara Denpasar - Kehendak Pemerintah Provinsi Bali untuk menutup Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung, Denpasar belum bisa dilakukan.
Meskipun sudah overload atau kelebihan muatan, Pemprov Bali masih menunggu pembangunan TPST (Tempat pengolahan sampah terpadu) dan TPS3R (Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, dan Recycle).
Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali, Dewa Made Indra saat mewakili Gubernur Bali Wayan Koster dalam acara "Sosialisasi Indonesia's FOLU Net Sink 2030 dan Penyusunan Rencana Kerja Sub Nasional Indonesia's FOLU NetSink 2030 TA. 2023"
"TPA Suwung itu harus dibuatkan tempat penggantinya dengan akan dibuatkan TPST TPST itu. Jadi sebelum TPA Suwung ditutup maka TPST nya harus siap mengambil alih itu," ujar Dewa Made Indra di Gedung Wiswa Sabha, Selasa (8/8/2023).
"Sekarang itu pembangunan TPST sedang dibangun dan diperbanyak. Kan gak bisa semata-mata ditutup lalu sampah dibawah kemana?. Makanya dibangun dulu TPST nya sehingga semuanya bisa menyerap kapasitas sampah yang dibawah ke sana," sambung dia.
Selain itu Dewa Made Indra mengatakan Pemprov Bali sedang fokus membangun TPS3R sehingga pengolahan sampah bisa dilakukan di desa-desa tanpa harus dibawa ke TPST. Pembangunan TPS3R itu akan difasilitasi oleh Pemprov Bali berupa pembebasan lahan.
"Kita bisa bayangkan kalau semua desa menyelesaikan sampahnya sendiri (di TPS3R) kan tidak di bawah lagi ke TPST apalagi di bawah ke TPA Suwung," kata salah satu kandidat Pj Gubernur Bali itu.
Kendati begitu, Dewa Made Indra menegaskan, TPA Suwung itu akan tetap ditutup. Soal kapannya dia mengatakan setelah semua TPST dan TPS3R sudah siap.
"Pada waktunya harus ditutup. Tapi kan menutup itu kan tidak gampang, kalau tempat-tempat penampungan pengolahan lainnya belum siap," pungkasnya. (Rizal/*)
Baca Juga: SAH! FIFA Tunjuk 4 Stadion untuk Venue Piala Dunia U-17, JIS Kembali Disorot Erick Thohir