Suara Denpasar - Pemain Timnas Indonesia yang saat ini membela Sabah FC, yakni Saddil Ramdani dikabarkan sudah pindah jadi warga negara Malaysia.
Kepindahan kewarganegaraan Saddil Ramdani itu disebut-sebut terbukti dari hasil CCTV sebuah hotel.
Kabar tersebut disebarkan lewat salah satu video di kanal YouTube SPORT NEWS dengan judul 'KASUS BARU SR!! FITNAH KEJI SADIL RAMDANI BERUJUNG PETAKA POLISI TEMUKAN BUKTI BARU...'.
Pada sampul video, terpampang potret Saddil Ramdani bersama dua orang berseragam Polri dan Polda. Selain itu, ditambahkan pula keterangan lain dengan narasi 'CCTV Hotel Jadi Bukti, Ternyata Saddil Ramdani Sudah Pindah Jadi Warga Negara Malaysia'.
Hingga kini, video yang diunggah pada 23 Juli 2023 atau sekitar 14 hari lalu dengan durasi 4 menit 36 detik itu telah diputar sebanyak 3,1 ribu kali.
Berikut ini hasil penelusuran cek fakta terkait video yang beredar tersebut.
Cek Fakta:
Setelah ditelusuri, rupanya rekaman CCTV hotel yang jadi bukti kepindahan Saddil Ramdani ke Malaysia itu sama sekali tidak ditampilkan sampai video berakhir.
Konten itu juga bukan menjelaskan seputar bukti kepindahan Saddil Ramdani, melainkan hanya mengulas soal konflik sang pemain dengan netizen gegara pernyataannya yang dinilai penuh sindiran terhadap Shin Tae-yong dan pemain naturalisasi.
Meskipun Saddil Ramdani sering bermain di klub-klub Malaysia, mulai dari Pahang FC hingga Sabah FC. Namun, dia telah menegaskan bahwa dirinya tak akan pindah menjadi warga negara Malaysia. Baginya, ini adalah fitnah yang sangat kejam.
Untuk membantah kabar tersebut, Saddil bahkan sampai mengunggah sebuah pernyataan lewat Instastory pribadinya.
"Saya bangga menjadi orang Indonesia dan kewarganegaraan saya tidak akan tertukar oleh apapun," tulis Saddil Ramdani di Instagram @saddilramdanii sebagaimana yang dikutip Suara.com, Selasa (18/7/2023).
Dengan penuh sindiran, Saddil pun menyinggung seseorang yang pertama kali menyebarkan informasi fitnah tentang dirinya pindah menjadi warga negara Malaysia.
Ia juga heran mengapa namanya selalu dibuat buruk, padahal tujuannya adalah untuk berkarier lebih baik. Saddil berdoa agar orang yang telah menyakiti dirinya dengan tindakan kejam itu mendapatkan hidayah.
"Semoga berita yang merugikan nama saya dan selalu menyebabkan saya dicaci maki oleh warga Indonesia dapat segera sadar. Semoga orang yang selalu menyebarkan kerugian saya dapat diampuni dan mencari nafkah yang halal saja tanpa harus mencari keuntungan dengan menjatuhkan orang lain. Terima kasih," tutup Saddil.