Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

SKF Musnahkan 13,3 Ton Bearing Tiruan Senilai Rp9,5 Miliar

Liberty Jemadu

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:51 WIB
SKF Musnahkan 13,3 Ton Bearing Tiruan Senilai Rp9,5 Miliar
Director Group Brand Protection, SKF Group Saim Manto pada Kamis (5/5/2026) di Jakarta, mengatakan pihaknya memusnahkan lebih dari 34.000 bearing tiruan, dengan bobot mencapai 13,3 metrik ton dan nilai Rp 9,5 miliar, yang disita dari wilayah Jabodetabek. [Dok SKF]
baca 10 detik
  • SKF memusnahkan 34.000 bearing palsu seberat 13,3 ton senilai Rp 9,5 miliar yang disita di Jabodetabek.
  • Produsen bearing tiruan semakin terorganisir dengan memanfaatkan marketplace online, dengan lokasi penyimpanan tersembunyi dan metode distribusi dari berbagai saluran untuk masuk ke rantai pasok industri.
  • Barang palsu berisiko merusak mesin dan mengancam keselamatan karena tidak memenuhi standar kualitas.

Suara.com - SKF Group Brand Protection dan SKF Indonesia pada Kamis (5/2/2026) memusnahkan lebih dari 34.000 bearing tiruan, dengan bobot mencapai 13,3 metrik ton dan nilai mencapai Rp 9,5 miliar, yang disita dari wilayah Jabodetabek.

Bearing tiruan ini disita dari berbagai operasi penggeledahan terkoordinasi di wilayah Jabodetabek sepanjang tahun 2025. Berdasarkan informasi terverifikasi dari SKF, polisi melakukan operasi terarah di gudang, rumah tinggal, serta lokasi bergaya toko. Seluruh barang tiruan segera diamankan untuk mencegah peredarannya di pasar.

"Hasil dari rangkaian kegiatan ini menunjukkan tren yang mengkhawatirkan, para pembuat bearing tiruan ini semakin terorganisir dengan memanfaatkan marketplace online dengan lokasi penyimpanan tersembunyi, dan metode distribusi dari berbagai saluran untuk masuk secara tersembunyi ke rantai pasok industri," terang Director Group Brand Protection, SKF Group Saim Manto di Jakarta.

Kegiatan pemusnahan ini juga menegaskan komitmen SKF dalam melindungi pelanggan dan menjaga integritas rantai pasokan. Dengan menghilangkan produk tiruan yang tidak aman serta menegakkan akuntabilitas, SKF dan pihak berwenang menegaskan kembali dedikasi bersama untuk memastikan bahwa hanya komponen SKF yang asli, berkualitas tinggi dan andal yang sampai ke konsumen.

SKF Group Brand Protection dan SKF Indonesia pada Kamis (5/2/2026) memusnahkan lebih dari 34.000 bearing tiruan, dengan bobot mencapai 13,3 metrik ton dan nilai mencapai Rp 9,5 miliar, yang disita dari wilayah Jabodetabek. [Dok SKF]
SKF Group Brand Protection dan SKF Indonesia pada Kamis (5/2/2026) memusnahkan lebih dari 34.000 bearing tiruan, dengan bobot mencapai 13,3 metrik ton dan nilai mencapai Rp 9,5 miliar, yang disita dari wilayah Jabodetabek. [Dok SKF]

Bearing tiruan dapat menimbulkan risiko dalam bekerjanya mesin dan keselamatan mesin yang serius. Tidak seperti komponen SKF asli yang dirancang dan diuji sesuai standar kualitas yang ketat, produk tiruan dibuat tanpa quality-control dari sisi material, presisi, atau inspeksi yang memadai.

Kinerja produk tiruan ini sangat tidak dapat diandalkan, mengancam keselamatan pekerja, menghentikan lini produksi, serta merusak infrastruktur kritikal di sektor seperti manufaktur, energi, transportasi, dan konstruksi.

SKF menerapkan kebijakan zero tolerance terhadap produk tiruan dan terus mendukung aparat penegak hukum dalam memberantas perdagangan ilegal ini. Pemalsuan adalah masalah lintas industri yang memengaruhi semua merek bearing besar.

Bearing adalah komponen mekanisme dari sebuah mesin yang terdapat pada seluruh peralatan berputar, seperti mobil, kereta api, komputer, lift, dan mesin cuci. SKF menawarkan lebih dari 300.000 jenis Bearing. Kualitas dan performanya sangat memengaruhi operasi peralatan secara aman.

Bearing dirancang untuk menangani beban dan kecepatan tertentu dan spesifikasinya tercantum dalam katalog merek dan produsen. Jika bearing tiruan tidak memenuhi quality-control yang sesuai standar dan apabila bearing tiruan dipasang, maka keandalan mesin akan terganggu.

baca juga

Bearing tiruan biasanya tidak mampu menahan kapasitas beban seperti bearing asli. Produk tiruan umumnya ditemukan di marketplace, tempat pengguna membeli suku cadang pengganti.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemenperin Akui Baja China Jadi Masalah di Indonesia

Kemenperin Akui Baja China Jadi Masalah di Indonesia

Bisnis | Rabu, 04 Februari 2026 | 20:47 WIB

SKF Indonesia Tawarkan Pilihan Bearing dan CVT Belt untuk Motor Harian di IMOS 2025

SKF Indonesia Tawarkan Pilihan Bearing dan CVT Belt untuk Motor Harian di IMOS 2025

Otomotif | Jum'at, 26 September 2025 | 13:45 WIB

Bukan Kaleng-Kaleng! SKF Indonesia Kirim Tim Impian ke Gothia Cup 2025

Bukan Kaleng-Kaleng! SKF Indonesia Kirim Tim Impian ke Gothia Cup 2025

Bola | Jum'at, 11 Juli 2025 | 17:56 WIB

Ini Ciri Bearing Roda Mobil Aus, Waspadalah!

Ini Ciri Bearing Roda Mobil Aus, Waspadalah!

Otomotif | Minggu, 28 April 2024 | 11:17 WIB

Curiga Bearing Roda Mobil Anda Rusak? Ini Tanda-tandanya!

Curiga Bearing Roda Mobil Anda Rusak? Ini Tanda-tandanya!

Otomotif | Jum'at, 01 Maret 2024 | 17:24 WIB

Terkini

Saham BBCA Diserbu Asing, Target Harganya Bisa Capai Segini

Saham BBCA Diserbu Asing, Target Harganya Bisa Capai Segini

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 19:08 WIB

4 Perusahaan Ini Bakal Lakukan PHK, Lebih dari 5.000 Pekerja Terdampak

4 Perusahaan Ini Bakal Lakukan PHK, Lebih dari 5.000 Pekerja Terdampak

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:50 WIB

IHSG Diprediksi di Zona Hijau, Ini 3 Saham Pilihan yang Wajib Dipantau Pekan Ini

IHSG Diprediksi di Zona Hijau, Ini 3 Saham Pilihan yang Wajib Dipantau Pekan Ini

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:46 WIB

Bisnis Kedai Kopi Makin Ketat, Konsep 'Rumah Kedua' Jadi Senjata Bertahan

Bisnis Kedai Kopi Makin Ketat, Konsep 'Rumah Kedua' Jadi Senjata Bertahan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:41 WIB

Rupiah Terus Melemah, Bank Mega Syariah Jamin Kinerja Kredit Komersial Tak Kendur

Rupiah Terus Melemah, Bank Mega Syariah Jamin Kinerja Kredit Komersial Tak Kendur

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:32 WIB

PTPN Investasi di Kesehatan Karyawan, Bidik SDM Lebih Produktif

PTPN Investasi di Kesehatan Karyawan, Bidik SDM Lebih Produktif

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:29 WIB

Tak Mau Kalah dari Changi dan KLIA, Bandara Minangkabau Bidik Jadi Hub Penerbangan

Tak Mau Kalah dari Changi dan KLIA, Bandara Minangkabau Bidik Jadi Hub Penerbangan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:23 WIB

Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara

Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 17:14 WIB

IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!

IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 17:11 WIB

Pemadaman Listrik PLN Sampai Kapan? Ini Penjelasannya

Pemadaman Listrik PLN Sampai Kapan? Ini Penjelasannya

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 16:44 WIB