Suara Denpasar - Inspeksi yang dilakukan oleh FIFA terhadap tempat penyelenggaraan Piala Dunia U-17 telah menciptakan berbagai sorotan dan spekulasi di kalangan masyarakat.
Salah satu hal yang menarik perhatian adalah fokus perbaikan yang ditujukan pada Jakarta International Stadium (JIS).
Dilansir dari laman resmi PSSI, anggota Komite Eksekutif PSSI, Arya Sinulingga mengungkapkan bahwa perbaikan yang ditujukan pada JIS memiliki alasan mendasar.
Menurutnya, JIS memerlukan perbaikan yang lebih signifikan dibandingkan tiga stadion lain yang juga menjadi tempat penyelenggaraan Piala Dunia U-17.
Ini disebabkan oleh kenyataan bahwa JIS belum pernah menjadi tuan rumah acara resmi di tingkat nasional maupun internasional, berbeda dengan tiga stadion lainnya.
Arya menjelaskan bahwa ketiga stadion lainnya sudah mengalami perbaikan pada rumput dan fasilitas lainnya selama masa persiapan Piala Dunia U-20 yang kemudian dibatalkan.
Perbaikan rumput pada ketiga stadion tersebut bahkan melibatkan mesin yang diimpor langsung oleh FIFA dari Inggris. Dalam konteks ini, perbaikan pada JIS menjadi lebih mendesak karena waktu yang terbatas.
“Kalau kita simak, ketiga stadion lain sejatinya sudah dilakukan perbaikan rumput maupun fasilitas lain pada masa persiapan Piala Dunia U-20 lalu. Bahkan perbaikan rumputnya menggunakan mesin yang didatangkan FIFA dari Inggris,” ujar Arya dikutip dari PSSI (11/8/2023).
Namun, dalam situasi ini, Arya Sinulingga juga mengingatkan pentingnya menjaga kesatuan dan kepentingan nasional dari segala macam pengaruh eksternal, termasuk unsur politik.
Menurutnya, upaya memanfaatkan stadion Piala Dunia U-17 untuk tujuan politik sebenarnya mengganggu semangat acara olahraga ini.
Arya menegaskan bahwa Piala Dunia U-17 bukanlah soal individu atau kelompok, melainkan merupakan suatu aset kebangsaan yang membanggakan.
Oleh karena itu, perbaikan stadion, termasuk JIS, seharusnya dipahami sebagai langkah rutin dalam rangka memastikan kualitas venue yang layak untuk ajang internasional.
Ia mengajak semua pihak untuk fokus pada esensi sepak bola dan menghindari pemakaian isu ini untuk kepentingan yang tidak sesuai dengan semangat olahraga.
“Piala Dunia U-17 ini bukan perkara orang atau kelompok, tapi soal muruah bangsa. Jadi stadion diperbaiki memang merupakan kewajaran, karena toh semua stadion melalui fase itu. Kali ini giliran perbaikan JIS, kok malah digoreng di luar isu sepak bola?” pungkas Arya.(*/Ana AP)