Suara Denpasar- PSSI Era Erick Thohir dikuatirkan hanya ganti chasing atau tampilan luar saja jika masih terus menimbulkan kontroversi terkait dengan keputusan-keputusan yang dibuat.
Hal ini disampaikan oleh Pengamat sepakbola Akmal Marhali yang juga Koordinator SAVE OUR SOCCER (SOS) terkait dengan putusan penghapusan sanksi bagi pemain Persib Bandung Marc Klok.
Marc Klok mendadak bebas dari sanksi hukuman usai mendapatkan sanksi larangan bermain dua laga karena dinilai melakukan provokasi terhadap suporter dalam laga sebelumnya.
Atas putusan ini Akmal Marhali menilai jika ada yang dilanggar dengan statuta PSSI pimpinan Erick Thohir ini.
Jika Marc Klok bebas dari sanksi, maka dua pemain Persib Bandung lainnya yakni Ciro Alves dan Putu Gede masih terkena hukuman.
Poin kritikan Akmal adalah soal komite banding (komding) yang mendadak ada di dalam tubuh PSSI.
Pihaknya mempertanyakan soal komite ini, dan kapan dibentuk, dan siapa pengurusnya?
"Pertanyaannya, siapa Komding-nya? dan Kapan dibentuknya?," tanya Akmal seperti yang dia tulis di unggahan akun instagram pribadinya pada Senin (14/8).
Menurutnya, berdasarkan Statuta PSSI Bab X tentang Badan Yudisial. Pada pasal 65 ayat 1 menyebutkan Badan Yudisial terdiri dari Komite Disiplin, Komite Banding, dan Komite Etik yang independen.
Baca Juga: Perkuat Sektor Pertanian dengan Pemberian Edukasi Pembibitan Tanaman Buah di Nganjuk
Menurutnya, pada ayat 4 disebutkn bahwa Ketua, Wakil Ketua, dan Anggota Badan Yudisial ditetapkan melalui Kongres PSSI dan tidak boleh menjadi anggota Komite Eksekutif dan Komite Tetap.
Bahkan, di ayat 5 dijelaskan tak boleh pengurus klub, punya ikatan keluarga dan ikatan bisnis dengan pengurus PSSI.
"Dalam proses pembentukan Komdis saja PSSI sudah melanggar Statutanya. Apalagi, tiba-tiba tak pernah diumumkan ada Komding," kritiknya.
"Semua klub termasuk Persib punya hak untuk mengajukan banding atas hukuman yang dijatuhkan Komdis. Tapi, bagaimana mau banding kalau Komite Bandingnya tidak ada," jelas dia lagi.
"Jangan sampai sepakbola kita hanya ganti chasing saja, tapi tak ada penegakkan Statuta dalam pelaksanaanya. Akhirnya, tak berbeda dengan pengurus PSSI sebelumnya! Sekali lagi membagongkan," tutupnya mengkritik keputusan PSSI era Erick Thohir. ***