Suara Denpasar - Luca Everink, pemain keturunan Belanda-Indonesia mengungkap alasan hengkang dari FC Twente. Pemain berusia 22 tahun itu juga menyatakan siap menerima tawaran bila ada program naturalisasi menjadi warga negara Indonesia (WNI) hingga menjadi skuad Shin Tae-yong.
Saat berbincang dengan Yussa Nugraha, Luca Everink berbagi kisah tentang masa-masa sulit didera cedera. Ligamen di engkelnya putus. Dia melakukan operasi, dan satu tahun dia melakukan pemulihan.
Saat sembuh, dia sempat kembali bermain dengan FC Twente. Dia bermain dalam beberapa pertadingan lagi.
Namun dia bolak-balik cedera dan sembuh. Saat sembuh lagi, dia jadi starter, namun sempat cedera lagi.
"Jadi setelah itu tidak baik buat mentalku. Kadang aku berpikir sudah selesai jadi pemain sepak bola.Tapi sebenarnya belum. Jadi aku bekerja keras lagi," katanya dikutip Selasa (1/8/2023).
Kondisinya yang cedera kambuhan membuat FC Twente mendatangkan pemain baru. Dan pemain baru itu bermain bagus, sehingga dia kerap berada di bangku cadangan.
"Jadi aku berpikir lebih baik aku bermain di klub di mana aku bisa bermain lebih banyak supaya aku bisa menjadi lebih baik lagi untuk bisa naik lagi," jelasnya.
Luca Everink menapaki karier sepak bola dari klub Diiepenveen Youth sejak kanak-kanak. Pada usia 11 tahun dia bergabung dengan FC Twente Youth. Kemudian pada usia 16 tahun atau tahun 2017, dia masuk skuad FC Twente U17, lalu setahun kemudian ke FC Twente U19.
Kariernya terus meningkat, ketika masuk FC Twente U21 pada tahun 2020. Kemudian dia dipercaya masuk dalam tim senior pada 2021.
Sayang cedera yang dialami membuat bek kanan setinggi 1,79meter itu jarang dimainkan. Dia hanya 7 kali dimainkan pada Ervedivisie dalam dua tahun bersama FC Twente karena setahun dalam pemulihan pasca cedera.
Dia hanya mampir sebentar di klub TOP Oss pada 1 Maret 2023, sebelumakhirnya masuk Go Ahead Eagles pada 1 Juli 2023.
Luca mengaku menjalani masa-masa awal dengan Go Ahead Eagles dengan baik. Dalam dua pekan ini dia menjalani pertandingan uji coba sebelum Eredivisie (liga kasta tertinggi di Belanda) musim 2023 ini bergulir.
"Aku bermain dengan baik dan bebas. Dan aku berharap bisa bermain sebanyak mungkin di starter," katanya.
Dia pun harus menunjukkan kepercayaan diri dalam bermain. Saat awal-awal pulih dari cedera, dia masih memiliki trauma saat bermain. Ada ketakutan saat berhadapan dengan pemain lawan. Apalagi, cederanya kadang kambuh.
"Yang paling penting aku harus tetap fit dan nggak cedera," katanya. (*)