Suara Denpasar - Eks Pelatih Timnas Indonesia kelompok usia muda, Fakhri Husaini baru-baru ini menyinggung soal seleksi Timnas U-17 yang diterapkan PSSI.
Sebagaimana diketahui, PSSI menggelar seleksi di 12 kota untuk mencari pemain potensial. Padahal, mayoritas yang diboyong dalam laga uji coba di Bali adalah jebolan Timnas Indonesia U-16 yang menjuarai Piala AFF U-16 2022.
Namun, PSSI tetap kekeuh mengadakan seleksi di berbagai kota. Bahkan, mereka memberikan beberapa kriteria pemain yang diinginkan. Hal ini pun menuai kritikan pedas dari Fakhri Husaini.
"Sebelum seleksi, PSSI mengumumkan 8 kriteria yang harus dipenuhi oleh pemain agar mereka bisa masuk ke Timnas U-17, kriterianya nggak main-main loh," tutur Fakhri Husaini saat menjadi bintang tamu di acara bincang santai di kanal YouTube Omah Balbalan belum lama ini.
Sebagai pelatih yang berpengalaman memimpin kelompok umur, Fakhri Husaini memandang seleksi yang diterapkan PSSI tidak masuk akal. Sebab, bagaimana bisa federasi mendapatkan pemain potensial hanya dengan meminta peserta seleksi bermain 2 x 20 menit.
"Saya ingin melihat bagaimana PSSI melakukan seleksi satu hari, tapi bisa menemukan delapan kriteria itu. Saya melihat ini tidak realistis untuk dicapai." katanya.
Pelatih berusia 58 tahun ini bahkan dengan sadisnya menyebut seleksi yang diterapkan PSSI itu sebagai kegiatan lucu-lucuan.
"Mau membentuk tim untuk ikut Piala Dunia, jangan pakai cara-cara seleksi yang begitu. Untuk piala tingkat kecamatan boleh lah kalian pakai cara seleksi seperti itu. Saya melihatnya untuk lucu-lucuan aja seleksi itu," ujarnya.
Lebih lanjut, ia pun mengatakan seharusnya PSSI membuat kompetisi EPA (Elite Pro Academy) demi mengembangkan potensi pemain muda.
"Untuk apa ada seleksi lagi kalau kita sudah punya EPA," pungkasnya.
Sebagai informasi, Timnas U-17 asuhan Bima Sakti dipersiapkan untuk melakoni laga Piala Dunia U-17 yang akan segera bergulir di Indonesia pada 10 November hingga 2 Desember 2023 mendatang.
Melihat waktunya yang sudah semakin mepet, tentu saja PSSI saat ini terus digeder mengumpulkan sejumlah potensi, baik dari para pemain lokal maupun pemain diaspora untuk mengisi skuad yang bakal diikutsertakan di turnamen tersebut. (*)