Suara Denpasar – Hengkangnya dua asisten pelatih Persebaya Surabaya, Bejo Sugiantoro dan Mustaqim menyusul Aji Santoso memunculkan banyak spekulasi dari para bonek dan bonita terkait apa yang terjadi di dalam manajemen klub berjuluk Bajul Ijo itu.
Dilansir dari laman komentar Instagram official Persebaya Surabaya, mereka mencurahkan komentar terkait kepergian Bejo Sugiantoro dan Mustaqim.
Beberapa diantaranya bahkan menilai ada sesuatu hal yang terjadi di management hingga membuat keduanya memutuskan meninggalkan Persebaya.
“Pasti ada sebabnya 2 asisten keluar. Pasti masih ada ular di dalam pengurusan di persebaya,” tulis @mboto_rino.
“Ternyata ada curut di team management persebaya ati ati guys bisa merusak klub,” tulis @lfc2713
Tak hanya itu, mereka juga mempertanyakan waktu perombakan Manajemen Persebaya setelah keluarnya Bejo Sugiantoro dan Mustaqim.
"Manajemen kapan out?" tulis akun @bonitanusantara
"Manajemen kapan dirombak?" tulis akun @cakmbeng_13_05
Meski demikian hingga saat ini belum ada jawaban pasti dari pihak manajemen Persebaya Surabaya mengenai munculnya berbagai spekulasi yang muncul tersebut.
Dalam unggahan akun resmi Instagram Persebaya, hanya mengumumkan perihal akhir dari kerja sama Bejo Sugiantoro dan Mustaqim dengan Persebaya yang disertai dengan ucapan terima kasih.
"Matur Nuwun Coach Bejo Sugiantoro dan Coach Mustaqim, Persebaya mengakhiri kerjasama dengan Bejo Sugiantoro dan Mustaqim asisten Pelatih," tulis Persebaya dikutip dari Instagram @officialPersebaya.
Sebagai informasi, baik Bejo dan Mustaqim sama-sama merupakan legenda hidup Persebaya saat masih aktif bermain. Bejo Sugiantoro lebih dulu bergabung dengan staf pelatih Persebaya tepatnya sejak tim promosi ke Liga 1 pada 2018 lalu.
Ayah dari Rachmat Irianto itu juga pernah bergabung dengan tim Elite Pro Academy (EPA) Persebaya U-19, di mana setahun kemudian berhasil menjuarai kompetisi EPA U-19 musim 2019 lalu.
Sementara Mustaqim bergabung dengan Persebaya pada Liga 1 musim 2020 lalu. Sebelum bergabung bersama Persebaya, ia sempat menjadi asisten pelatih di Persija Jakarta dan Persikabo 1973. (*/Ana AP)