Suara Denpasar - PSIS Semarang baru saja dikalahkan Persib Bandung di kandang pada laga pekan ke-9 BRI Liga 1 2023/2024.
Pertandingan yang berlangsung pada Minggu (20/8/2023) kemarin tersebut berakhir dengan skor 1-2, dengan kemenangan di tangan Persib Bandung.
Namun yang meresahkan, sebuah video trending menampakkan kerusuhan antarsuporter di akhir pertandingan tersebut. Melansir dari Instagram @gozipbola, disebutkan bahwa kericuhan terjadi diduga dipicu oleh kekesalan suporter PSIS Semarang atau Panser Biru pada suporter Persib Bandung atau Bobotoh yang meluapkan kegembiraan secara berlebihan di stadion.
Akibatnya terjadi saling lempar botol dan kericuhan kembali pecah usai pertandingan. Dalam hal ini, diduga Bobotoh menjadi sasaran amuk oknum Panser Biru hingga akhirnya para aparat yang bertugas pun turun tangan.
Tampak dalam video tersebut seorang suporter yang mengenakan pakaian putih terluka dan ada pula yang terbalik di pagar pembatas penonton.
Sungguh kejadian yang miris, mengingat tampaknya suporter Liga 1 belum juga kapok setelah terjadinya tragedi Kanjuruhan di tahun 2022 lalu yang telah menewaskan ratusan orang.
Mengomentari tragedi di Stadion Jatidiri pascalaga PSIS Semarang vs Persib Bandung tersebut, para netizen pun saling mempertanyakan hal itu. Sebab, jauh sebelumnya sejak sebelum Liga dimulai, sudah tertulis aturan bahwa suporter dilarang away.
"Kenapa dikasih ya suporter Persib buat datang ke stadion?" tulis akun @sidddik_m.
"Yang away ga sadar-sadar kah? Dah kemaren away kena kasus di Solo ga bayar bakso sekarang malah away lagi, masih aja diulang-ulang kelakuannya," tulis akun @ihsan.aprillianto.
Bahkan, ada pula netizen yang menyarankan agar Liga Indonesia dihentikan.
"MENDING LIGA INDO DI BANED AJA LAH," tulis akun @jihad_art_.
Jika berkaca pada rusuh yang pernah terjadi di laga-laga lain, tentunya PSIS Semarang kemungkinan besar akan mendapat sanksi dari Komdis PSSI karena adanya kerusuhan. Namun belum diketahui apakah Persib Bandung juga akan mendapat sanksi, mengingat para suporter yang rusuh diduga juga termasuk Bobotoh yang away. (*/Dinda)