Suara Denpasar – Pascahengkangnya Aji Santoso dari Persebaya, misteri pengganti pelatih asal Malang itu hingga kini masih belum terjawab. Persebaya pun sempat dikaitkan dengan potensinya mendatangkan pelatih dari Benua Biru Eropa.
Kabar bakal didatangkannya pelatih asal Eropa diungkap oleh akun seputar sepak bola Indonesia.
"Wangsitnya Persebaya lagi ngincer pelatih asal Eropa," tulis @pasukan.ngapak.
Clue tersebut seolah menyebutkan bahwa sosok pelatih anyar Persebaya Surabaya mengarah kepada pelatih yang kini berpengalaman di Liga 1 Divaldo Alves atau Paul Munster. Mengingat, kedua nama itu sempat disuarakan oleh beberapa Bonek untuk dipertimbang manajemen Bajul Ijo.
Nama Divaldo Alves atau Paul Munster sendiri disuarakan oleh para Bonek melalui kolom komentar unggahan akun Instagram @bondonekat.media pada 20 Agustus2023.
Adapun caption yang diberikan untuk unggahan tersebut adalah “Kandidat 2 Pelatih sangat kuat!! Akankah salah satu dari kedua orang ini akan menahkodai Persebaya nanti?” Beberapa bonek pun saling beradu pendapat terkait kedua sosok tersebut.
“Divaldo alves wes kenal gaya main persebaya," tulis @hobby_madang
“Lebih mengarah ke Divaldo Alves kayaknya," [email protected]_alang
“Divaldo hatinya dah pasti hijau,perlu di coba," tulis @rama_bonek_boro
“Semoga paul munster yg ke persebaya," tulis @habib.alfurqon_
“Semoga Paul Munster," tulis @bislam_boydo__
“Semoga paul Munster," tulis @george_ricardosaputra
Lantas, bagaimana Head to Head Kandidat Pelatih Persebaya, Divaldo Alves atau Paul Munster? Melansir dari Transfermarkt, simak ulasan selengkapnya di bawah ini.
Divaldo Alves
Divaldo Alves yang merupakan pelatih asal Portugal ini masuk menjadi salah satu kandidat yang disuarakan Bonek sebagai pelatih persebaya Surabaya. Ia memiliki pengalaman yang cukup mumpuni di Liga 1.
Divaldo Alves merupakan pelatih berkebangsaan Portugal yang lahir di Luanda, Angola, pada 12 Agustus 1978. Ia merupakan pelatih yang cukup berpengalaman.
Di awal kiprahnya, ia pernah menjadi pelatih tim muda sekaligus pencari bakat Benfica. Setelahnya ia menempuh kiprahnya di dunia kepelatihan profesional dengan menukangi tim-tim Portugal seperti Atlético do Cacém, EAS Olivais, dan Algueirão.
Setelah berkarier di Portugal, Divaldo Alves berlabuh ke Indonesia, ketika dirinya dipinang oleh PSMS Medan di tahun 2008 hingga 2009.
Sukses membawa PSMS Medan hingga babak 16 besar AFC Cup, Divaldo Alves kemudian bergabung tim Indonesia lainnya seperti Persijap Jepara dan Persebaya 1927.
Di Persebaya 1927, Divaldo Alves mampu membawa timnya hingga menjadi Runner Up Liga Primer Indonesia (IPL) 2011-2012. Usai berkarier di Indonesia, ia pun melanjutkan karir di Malaysia tepatnya di Negeri Sembilan dan Perak FC.
Divaldo Alves lalu melanjutkan karirnya di negara lain, seperti Lithuania bersama Kruoja Pakruojis dan Oman bersama Muscat Club. Namun, kecintaannya terhadap sepak bola tanah air kembali membawa Alves ke Persik kediri sebagai pengganti Javier Roca yang dipecat di awal-awal Liga 1 2022-2023.
Bersama Persik, Divaldo Alves baru mendapat kemenangan pertamanya di laga kedelapan kala menang 1-0 atas Dewa United. Dari kemenangan itu, Persik rutin meraih kemenangan dan sesekali menelan kekalahan atau hasil imbang dari tim-tim lainnya.
Di pekan ke-26 itu, Persik mampu meraih kemenangan atas RANS Nusantara FC. Kemenangan itu berlanjut dengan kemenangan lainnya sebanyak 9 kali secara beruntun, termasuk mengalahkan Persib Bandung di markasnya sendiri dan Persija Jakarta.
Catatan itu membuat nama Divaldo Alves cukup diperhitungkan. Sayangnya, kebersamaannya dengan Persik harus berakhir pada April 2023 dilansir dari transfermarkt.co.id, menyusul kesepakatan kedua pihak untuk mengakhiri kerjasamanya usai Liga 1 2022-2023.
Mengingat Divaldo Alves pernah catatkan cerita singkat berkarier di Persebaya Surabaya, itu bisa menjadi faktor pendorong pelatih Alves untuk kembali meneruskannya di musim 2023/2024.
Terlebih saat ini, Divaldo Alves masih menganggur selepas deadlock negosiasi kontrak baru bersama Persik Kediri.
Paul Munster
Selain Divaldo Alves, nama Paul Munster juga disebut-sebut layak sebagai pengganti Aji Santoso di Persebaya Surabaya dan banyak disuarakan oleh para Bonek.
Paul Munster adalah mantan pelatih Bhayangkara FC sejak tahun 2019 hingga tahun 2022 lalu. Pelatih berkebangsaan Swedia yang lahir pada 9 Februari 1982 itu telah memiliki lisensi UEFA pro.
Paul Munster meninggalkan berpisah dengan Bhayangkara FC sejak 1 April 2022 dilansir dari transfermarkt.co.id. Kini dia diketahui belum melatih klub manapun usai berpisah dengan Bhayangkara FC.
Sebelum melatih Bhayangkara FC, Paul Munster adalah pelatih Timnas Vanuatu. Dia juga sempat melatih Minerva Punjab di Liga India dan juga tim Junior Orebro SK di Swedia.
Ketika menjadi juru racik strategi Bhayangkara FC, dia memimpin tim dalam 34 laga Liga 1 musim 2021/2022 dengan catatan menang 19 kali, seri 9 kali, dan hanya 6 kali.
Secara keseluruhan sejak 2019 bersama Bhayangkara FC, Paul Munster memimpin Bhayangkara FC di 51 pertandingan. Hasilnya Bhayangkara FC catatkan 29 menang, 14 seri, dan hanya 8 kali kalah. Adapun, dari 52 laga itu, tim Bhayangkara FC catatkan 77 gol dan 22 kali clean sheet.
Tak hanya itu, dilansir dari transfermarkt.co.id, Paul Munster juga pernah menjabat sebagai Direktur Teknis sekaligus pelatih kepala Minerva Punjab pada Agustus 2018 hingga Februari 2019. Ia sebelumnya juga pernah menjabat sebagai pelatih kepala di Örebro SK U19 pada Desember 2016 hingga Desember 2017.
Terkini, pelatih berlisensi Pro UEFA itu tengah menjadi Direktur Teknik Timnas Brunei Darussalam. Praktis, menilik situasi tersebut, tak mudah bagi Persebaya Surabaya untuk meyakinkan Paul Munster hengkang dari jobnya sebagai Dirtek Brunei Darussalam.
Namun, dengan nama besar Persebaya Surabaya, tak menutup kemungkinan ia tertantang untuk bisa masuk sebagai juru taktik anyar menggantikan Aji Santoso.
Nah itulah Head to Head Kandidat Pelatih Persebaya, Divaldo Alves atau Paul Munster, dua nama yang kerap disebut-sebut sebagai pengganti Aji Santoso oleh para Bonek. Manakah yang akan jadi pilihan Persebaya Surabaya? (*/Dinda)