Suara Denpasar - Masa jabatan Gubernur Bali, Wayan Koster akan full time alias akan berakhir pada 5 September 2023 mendatang. Nantinya untuk sementara Pemerintah Provinsi Bali akan dipimpin oleh seorang pejabat (Pj) Gubernur Bali.
Jelang full time masa jabatan Wayan Koster yang tinggal hitung hari itu, aktivitas perempuan asal Bali, Niluh Djelantik menyampaikan salam sayangnya kepada Pak Yan Koster.
"Dan untuk Pak Koster salam sayang dari Niluh Djelantik," ucap Niluh diakhir wawancara bersama Suara Denpasar pada Sabtu, (26/8/2023), malam.
Sementara, pegiat media sosial itu juga memiliki harapan besar kepada Pj yang nantinya akan memimpin Bali selama 1,5 tahun ke depan. Apalagi di tengah maraknya bule membuat onar di Bali.
Meskipun saat ini ulah bule nakal di Bali sudah mulai berkurang karena ada himbauan Do and Don't, namun bagi Niluh Djelantik pengawasan terhadap bule agar tidak melecehkan budaya Bali mesti terus digalakan.
Karena itu, calon DPD RI dari Bali itu berharap siapapun Pj nya nanti dapat mendengar dan melakukan masukan-masukan dari masyarakat.
"Untuk Pj Gubernur Bali yang nantinya akan menjabat, please listen to us. Jadi kalau masyarakat menyampaikan masukan, dengarkan," kata pengusaha sepatu tersebut.
"Ini buka soal kritikan ataupun niat untuk merendahkan satu sama lainnya tapi sebagai bagian dari rakyat Bali yang peduli. Jadi kalau Mbok Niluh kasih masukan, mengkritik simply listen, siapapun Pj nya," sambung dia.
Saat ini, perempuan vocal itu menaruh harapan penuh kepada instansi terkait dalam hal pengawasan dan penindakan terhadap bule yang berubah di Bali. Katanya, dia akan membersamai instansi-instansi terkait tersebut.
Baca Juga: Tanggapan Wayan Koster Soal Dukungan Sesepuh Banteng Bali ke Made Dator
"Kalau untuk urusan bule nakal, ada Polda Bali, Polres, Polresta, Polsek dan juga ada Kanwil Kemenkumham, ada Dirjen Imigrasi, ada kantor Imigrasi di masing-masing daerah, Mbok (Niluh Djelantik) temani mereka," tandasnya. (*/Ana AP)