Suara Denpasar – Dalam perjalanan menuju Piala Asia U-23 yang akan berlangsung di Qatar pada 2024, pelatih Shin Tae Yong telah memanggil 27 pemain terbaiknya untuk mewujudkan mimpi lolos ke putaran final.
Namun, dari daftar tersebut, terdapat 11 nama pemain yang sebelumnya turut ambil bagian dalam turnamen Piala AFF U-23 dicoret untuk laga selanjutnya.
Kesebelas nama pemain AFF U-23 tersebut adalah Frengky Missa, Kadek Arel, Haykal, Kanu, Robi, Tuharea, Esal, Rifky, Ragil, Rahman, dan Jauhari. Tidak disebutkan alasan mengapa mereka tidak lagi dipanggil untuk memperkuat timnas Indonesia di laga Piala Asia U-23.
Dilansir dari laman PSSI, Shin Tae Yong, telah menetapkan target utama tim U-23 Indonesia untuk lolos ke Piala Asia U-23. Pada turnamen yang akan berlangsung di Qatar, prestasi yang dikejar adalah finis sebagai juara grup atau setidaknya merebut status empat runner-up terbaik.
Prestasi tersebut menjadi pintu gerbang bagi Indonesia untuk mewujudkan ambisinya dalam Olimpiade Paris 2024, dimana tiga tim teratas dari Piala Asia U-23 berhak langsung lolos
Pemanggilan 27 pemain terbaik untuk tim U-23 ini mencakup berbagai liga dan kompetisi, baik di dalam maupun luar negeri.
Pemain seperti Pratama Arhan (Tokyo Verdy), Rafael William Struick (Ado Den Haag), Elkan William Tio Baggott (Ipswich Town), Marselino Ferdinan (KMSK Deinze), dan Ivar Jenner (FC Utrecht) adalah beberapa di antaranya. Termasuk juga Nuri Agus Wibowo (Bekasi FC), satu-satunya pemain Liga 2 yang masih masuk dalam daftar pemanggilan.
Menghadapi kualifikasi Piala Asia U-23 2024 yang akan berlangsung pada 4-12 September, tim U-23 Indonesia harus bekerja keras demi meraih hasil yang diinginkan.
Dalam Grup K, Indonesia akan bertanding melawan Chinese Taipei (Taiwan) dan Turkmenistan. Meskipun grup ini hanya dihuni oleh tiga tim, perjuangan untuk menjadi juara grup tetap menjadi kunci untuk lolos ke putaran final.
Piala Asia U-23 yang akan berlangsung di Qatar dari 15 April sampai 3 Mei 2024. Pada pertandingan perdana di Grup K, tim U-23 Indonesia akan melawan Chinese Taipei pada 9 September. (*/Ana AP)