Suara Denpasar - Vina Andhiani Muliana, konten kreator isu ketenagakerjaan dan karir mengingatkan bahwa media digital layaknya hutan belantara yang terkesan seru untuk dijelajahi.
Namun juga menyimpan banyak potensi negatif yang harus dihindari. Begitu juga dalam dunia kerja.
Dia mengingatkan, bagi pencari kerja untuk selalu bijak dalam menggunakan media sosial. Sebab, rekam jejak seseorang bisa terlihat di media sosial. Dan, ini juga menjadi perhatian bagi perusahaan atau recruter.
"Ibaratkan bibit, apa yang kita tanam di media sosial itu yang kita tuai. Jadi kalau teman-teman posting di media sosial akan tumbuh seperti citra diri," kata Vina dalam acara bersama Mata Najwa on Stage Semarang yang dikutip denpasar.suara.com, Selasa 5 September 2023.
"Delapan puluh persen dari recruter akan melakukan verifikasi latar belakang. Salah satunya adalah jejak digital. Untuk itu perlu berhati-hati berposting di media sosial," imbuhnya.
Wanita yang juga pemenang Abang None Jakarta pada tahun 2014 ini juga membagikan trik saat di bully di dunia sosial. Atau pun mendapat komentar buruk dari seseorang.
"Kita tidak bisa mengontrol orang berkomentar di media sosial. Yang bisa kita kontrol adalah diri kita sendiri. Sehingga kita bisa lebih damai," jelasnya.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Ardit Erwandha, dalam postinganya di akun media sosial dirinya selalu memiliki banyak filter.
Dari dirinya sendiri, istri, dan tim kerjanya. Jika hal tersebut sudah terpenuhi, maka dia akan meng-upload konten yang dia buat. ***