Suara Denpasar - Persebaya Surabaya tengah mencari pelatih kepala yang memenuhi persyaratan lisensi PSSI. Uston Nawawi, pelatih sementara Persebaya, masih belum memenuhi syarat lisensi lantaran belum mengantongi lisensi AFC Pro.
Dikutip dari Suara, pada pasal 33 Regulasi Liga 1 Indonesia 2022-2023 menyatakan bahwa untuk menjadi pelatih kepala di tim, seseorang harus memiliki setidaknya sertifikat pelatih AFC Pro atau UEFA Pro, serta dilengkapi dengan dokumen RECC (Recognition of Experience and Current Competence).
Sebagaimana diketahui dari website resmi PSSI, Uston Nawawi sudah mengikuti kursus kepelatihan lisensi AFC Pro modul 1 pada tanggal 28 November hingga 4 Desember 2022.
Sebenarnya Uston hanya perlu melengkapi modul 6 dan 7 untuk bisa berlisensi AFC Pro. Sayangnya menurut Yahya Alkatiri, manajer Persebaya, PSSI selama ini belum memberi jadwal untuk hal tersebut.
Kabar terkini, PSSI telah memberikan jadwal yang jelas untuk Uston Nawawi dalam upayanya untuk memperoleh lisensi kepelatihan yang diperlukan.
"Kemarin kita sempat sama bagian kepelatihan khususnya coach YT (Yeyen Tumena), alhamdulillah jadwal untuk modul 6 sama modul 7 sudah keluar,” ujar Uston Nawawi dikutip dari akun YouTube Joko Malis Soccer (6/9/2023).
Modul 6 melibatkan kunjungan instruktur ke klub, di mana instruktur mengunjungi pelatih yang melatih klub profesional. Ini dijadwalkan pada akhir Oktober hingga awal November.
"Terus modul 7 kita masuk kelas lagi, dan ujian terakhir ada teori ada praktek, itu di awal Desember. InsyaAllah tahun ini sudah clear," tambahnya.
Dia optimistis akan segera memenuhi persyaratan lisensi setidaknya pada akhir tahun 2023. Persebaya Surabaya membutuhkan kehadiran pelatih kepala sejak kepergian Aji Santoso.
Baca Juga: Belum AFC Pro, Berapa Denda yang Harus Dibayar Persebaya untuk Uston Nawawi?
Regulasi yang telah ditetapkan menyatakan bahwa manajemen Persebaya harus segera mendaftarkan pelatih baru dalam 30 hari setelah pergantian pelatih. Dengan batas waktu terakhir sebelum 13 September 2023, Persebaya Surabaya harus menunjuk pelatih baru. Jika tidak, mereka akan dikenakan sanksi denda sebesar Rp100 juta.
Pihak manajemen Persebaya, yang dipimpin oleh Yahya Alkatiri, tidak tinggal diam dalam menghadapi situasi ini. Mereka sudah mengirim surat ke operator Liga 1, yakni PT LIB, untuk meminta dispensasi dalam kasus Uston Nawawi.
Apakah dengan diberikan jadwal untuk menyelesaikan modul 6 dan 7, pertanda bahwa PSSI akan memberi dispensasi pada Uston Nawawi untuk menjadi kepala pelatih Persebaya? (*/Dinda)