Suara Denpasar – Salah satu pengamat sepakbola Malaysia, Keesh Sundaresman merasa iri dengan moncernya penampilan wonderkid Timnas Indonesia, Marselino Ferdinan yang tengah meniti karier di Eriopa bersama klub asal Belgia, KMSK Deinze.
Keesh melihat performa yang ditunjukkan Marselino Ferdinan cukup konsisten baik di klub maupun saat membela Timnas Indonesia. Berbanding terbalik dengan penampilan wonderkid milik Malaysia, Luqman Hakim Shamsudin.
Seperti diketahui Luqman juga meniti karier sepakbolanya di Belgia bersama klub rival Marselino Ferdinan yakni KV Kortijk.
Hanya saja nasibnya tidak sebagus eks pemain Persebaya Surabaya itu. Luqman lebih banyak duduk di bangku cadangan dan jarang mendapat kesempatan bermain.
Tercatat Luqman hanya menorehkan tiga kali penampilan bersama KV Kortijk musim lalu. Sebelum musim ini dipinjamkan ke klub kasta kedua Liga Norwegia, Njardvik FC.
Keesh pun melihat minimnya menit bermain bagi Luqman berdampak buruk bagi masa depan sang pemain terutama bagi Timnas Malaysia di masa depan.
Ia pun merasa iri mengapa Luqman tak bisa tampil cemerlang seperti Marselino Ferdinan.
“Kita punya dua wonderkid lagi dari Asia Tenggara. Marselino Ferdinan dari Indonesia dan Ilham Fandi dari Singapura yang tiba di Belgia kurang dari setahun lalu,” ujar Keesh dilasir Suara Denpasar dari laman Suara.com, Minggu (17/9/2023).
“Namun menit bermain mereka lebih banyak dibandingkan Luqman Hakim yang berada di Eropa selama dua setengah tahun,” lanjutnya.
“Saya pikir sayang sekali dia masih belum bermain. Saya juga setuju dia harus bermain jika tidak maka kita tak heran jika nama Luqman Hakim dicoret dari tim nasional,” tandas Keesh. (*/Dinda)