Suara Denpasar - Debut pelatih baru Persebaya Surabaya Josep Gombau berakhir pahit. Bajul Ijo harus mengakui keunggulan Madura United dengan skor 0-3 pada Minggu (17/9).
Kekalahan ini membuat rentetan hasil positif yang diraih Persebaya Surabaya terputus.
Tren positif Bajul Ijo atas Madura United yang sebelumnya belum terkalahkan dalam lima laga harus berakhir.
Selain itu catatan impresif Persebaya Surabaya yang belum kalah dalam lima pertandingan terakhir bersama Uston Nawawi pun terputus.
Josep Gombau menilai kekalahan ini dipicu hukuman penalti yang didapat timnya sejak menit ke-4’. Berawal saat Dusan Stevanovic melakukan pelanggaran di area kotak penalti lawan.
“Kita terlalu cepat terkena penalti dan itu merubah situasi pertandingan di babak pertama, di babak pertama kita bermain seimbang,” ungkapnya, dikutip dari laman resmi klub Senin (18/9).
Di samping hal itu, pelatih asal Spanyol ini juga mengakui keunggulan tim lawan yang saat ini memimpin klasemen sementara BRI Liga 1 2023/2024.
Madura United tengah tengah konsisten dalam tren positif sehingga kini memimpin puncak klasemen dengan poin 26 hasil dari 8 kali menang, 2 seri, dan 2 kalah.
Di babak kedua Persebaya Surabaya harus kebobolan dua gol lagi dari Lunlinha dan Junior Brandao.
Baca Juga: Jadi MOTM, Pemain Persib Bandung Levy Madinda Kabarnya Jadi Rebutan 5 Klub Liga 1 Indonesia
Josep Gombau menilai tim lawan memang lebih unggul setelah turun minum.
“Masuk babak kedua dan Madura United lebih baik dari kami,” ucapnya.
Setelah terhenti dari tren positif, Persebaya Surabaya kini menempati posisi ke-8 klasemen sementara dengan poin 18 hasil dari 5 kali menang, 3 kali seri, dan 4 kali kalah.***