Suara Denpasar - Pratama Arhan, pemain Tokyo Verdy dikabarkan akan segera hijrah ke Korea Selatan.
Klub yang mengincar Pratama Arhan bernama Suwon FC adalah klub dari negeri ginseng yang berminat meminang pemain 21 tahun tersebut.
Alasan meminang pemain Timnas Indonesia untuk Suwon FC adalah suatu keputusan yang tepat dalam menggantikan Do Ho Jeong yang sekarang ini telah berusia 32 tahun.
Bek kiri tersebut dikabarkan akan segera digantikan oleh Pratama Arhan yang dikatakan memiliki peranan penting dalam posisi bek kiri dan kanan bahkan hingga sebagai penyerang.
Berita tersebut diperkuat dari Suwon FC yang telah memfollow akun Instagram dari pemain Timnas Indonesia tersebut bahkan Pratama Arhan sudah memfollow balik akun resmi dari klub Korea Selatan tersebut.
Munculnya berita mengenai Pratama Arhan yang akan merapat ke Suwon FC pertama kali diberitakan oleh salah satu media Korea Selatan, bernama Sports Chosun.
"Eksklusif, Suwon FC bakal merekrut pemain Asia Tenggara pertama sepanjang sejarah, kemungkinan besar mereka akan merekrut pemain Timnas Indonesia, Pratama Arhan," terang judul berita dari Sports Chosun dikutip dari laman suara.com pada Kamis (28/9/2023).
Suwon FC yang dikabarkan akan segera meminang suami dari Azizah Salsha ke Korea Selatan.
"Suwon FC hampir pasti merekrut Pratama Arhan, pemain berkewarganegaraan Indonesia," ucap salah satu sumber berita yang berhasil diwawancarai oleh Sports Chosun.
Pratama Arhan yang memiliki status bebas transfer, maka memiliki peluang untuk pindah ke klub lainnya.
"Kesepakatan telah dicapai dengan Arhan, yang berstatus bebas transfer, dan detailnya akan segera diselesaikan," terangnya.
Jika suami Azizah Salsha itu benar-benar ke Suwon FC maka diperkirakan dapat memperoleh nilai kontrak mencapai Rp3,2 per musim.
Gaji Pratama Arhan di K-League 1 dengan Suwon FC bisa terbilang cukup tinggi bagi ukuran pemain yang merumput di Indonesia.
Menurut laporan yang dikeluarkan K-League 1 mengutip dari Korean Times, gaji rata-rata pemain sepak bola Korea Selatan itu hingga 282,1 juta won atau setara dengan Rp3,2 miliar per musim.
Pada laporan yang diberikan tersebut jika para pemain lokal yang merumput di Korea Selatan rata-rata menerima honor mencapai Rp2,6 miliar per musim.