Suara Denpasar - Piala Dunia U-17 2023 merupakan salah satu turnamen sepak bola paling bergengsi yang akan digelar di Indonesia.
Tidak hanya menjadi ajang kompetisi untuk pemain muda berbakat, tetapi juga menjadi sebuah panggung untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia mampu menjadi tuan rumah yang sukses.
Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi oleh PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) adalah mencapai target jumlah penonton yang ditentukan oleh FIFA.
Dilansir dari akun Instagram @blitznews_football, FIFA, Federasi Sepak Bola Dunia, telah menetapkan target bahwa setiap laga Piala Dunia U-17 2023 minimal dihadiri oleh 10-18 ribu penonton.
Hal ini bukanlah tugas yang mudah, mengingat beberapa faktor yang harus dipertimbangkan, termasuk antusiasme masyarakat terhadap acara tersebut.
Erick Thohir, Ketua Umum PSSI, mengakui bahwa mencapai target tersebut adalah hal yang tidak mudah. Meskipun demikian, ia berkomitmen untuk berusaha semaksimal mungkin guna memenuhi harapan FIFA.
Erick Thohir menyadari bahwa kesuksesan Piala Dunia U-17 ini tidak hanya mencerminkan kemampuan PSSI sebagai penyelenggara, tetapi juga akan memperkuat posisi Indonesia di mata dunia.
Namun, ia juga secara jujur mengakui bahwa belum bisa memberikan janji pasti terkait pencapaian target tersebut.
Banyak faktor yang dapat mempengaruhi jumlah penonton, termasuk performa timnas U-17 Indonesia dan lawan-lawannya, lokasi pertandingan, dan harga tiket.
Reaksi dari netizen juga beragam dalam kolom komentar di akun Instagram @blitznews_football.
“Bisa sih kalo tiketnya gratis.Soalnya antusiasnya kurang ini.Seandainya skuad asuhan coach STY yang main,pasti bisa,” ujar akun IG @sofianesta18
“Tiketnya 10k mungkin target bakal terealisasikan,” tulis akun IG @ekosetiawan3511.
Ini adalah ide yang menarik, karena harga tiket yang terjangkau bisa menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk hadir dan mendukung timnas U-17 Indonesia. (*)