Suara Denpasar - Rencana Pembangunan LRT pada awal tahun 2024 menambah deretan angkutan umum di Bali. Saat ini pemerintah provinsi Bali punya Bus Trans Metro Dewata.
Jumlah Bus Trans Metro Dewata sebanyak 105 Bus yang melintas di beberapa lokasi strategis di Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan. Meskipun gratis, penumpang Bus Trans Metro Dewata ini masih minim.
Ketua DPRD Provinsi Bali I Nyoman Adi Wiryatama mengatakan kurangnya minat masyarakat Bali memakai transportasi umum seperti Bus Trans Metro Dewata itu disebabkan oleh banyaknya stopover bus.
Masyarakat yang ingin berkunjung ke suatu wilayah harus ikut berkeliling dulu mengikuti rute Bus tersebut. Hal itu yang menurut Adi Wiryatama masyarakat lebih pilih memakai kendaraan pribadi, karena bisa langsung.
"Kalau kita lihat bus kita kosong itu misalnya yang dari Tabanan ke Denpasar itu. Karena jalurnya semua dilalui, orang yang mau cepat-cepat ke Denpasar direct (langsung) tidak bisa, karena harus mampir di semua tempat stopover (singgah)," jelas Adi Wiryatama di Kantor DPRD Bali, Kamis (5/10/2023).
Dia pun bersaran agar bus Trans Metro Dewata itu dibagi menjadi dua rute. Yaitu rute langsung dan rute yang mengikuti semua stopover.
"Mestinya trayek (lintasan) diubah. Yang mau ke Denpasar atau direct ke Ubud atau direct ke Gianyar harus beda Bus nya. Tidak mesti semua dilalui, jadi misalnya kalau mau ke Denpasar dari Tabanan ada 10 stopover, kalau 10 itu dilalui kan lama sekali, jadi harusnya ada yang direct," ucapnya.
"Yang pendek-pendek (Bus yang singgah di semua halte) itu juga tetap ada. Itu mungkin akan memudahkan masyarakat, saya kira masyarakat tertarik kan murah itu. Apa sebabnya karena dia lama, masyarakat mikirnya lebih baik naik motor," tandas Adi Wiryatama. (*/Ana AP)
Baca Juga: Didikte DPRD Bali, Pj Gubernur: Saya Tidak Ada Visi Baru, Saya Lanjutkan Apa yang Sudah Ada