Suara Denpasar - Pj Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya diundang oleh DPRD Provinsi Bali untuk bersilahturahim. Pada pertemuan itu, Pj Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya mendapat sejumlah masukan dari Dewan.
Ketua DPRD Provinsi Bali, I Nyoman Adi Wiryatama mengatakan pertemuan itu bertujuan untuk menyamakan persepsi antara Pj Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya dan DPRD Bali.
"Tadi syukurlah semua fraksi, komisi hadir jadi intinya kita pertemukan sehingga tidak ada kesalahpahaman apapun yang terjadi. Yang selama ini kerja sama kita dengan Gubernur (Wayan Koster) sudah baik tadi janji beliau (Pj Sang Made Mahendra Jaya) apa yang sudah baik itu dilanjutkan, dikuatkan dan disempurnakan," ujar Adi Wiryatama usai acara Silaturahmi di Gedung DPRD Provinsi Bali, Kamis (5/10/2023).
Sebelumnya, pada acara silahturahim tersebut, Sang Made Mahendra Jaya didikte alias diberikan sejumlah masukan oleh DPRD Bali. Seperti pungutan Rp 150 untuk wisman, pengelolaan TPS3R, kemacetan, antisipasi El Nino, kemiskinan ekstrem hingga rencana ground breaking LRT pada awal tahun 2024 mendatang.
Terkait semua masukan itu, Sang Made Mahendra Jaya menjawab bahwa semua yang telah diprogramkan oleh Gubernur Bali sebelumnya sudah sangat baik adanya. Dia tinggal menjalankan apa yang sudah digariskan.
"Saya tidak ada visi baru jadi saya melanjutkan dan memperkuat apa yang sudah ada karena sudah bagus, saya tidak ada berpikir sedikit pun untuk merubah," jawab Sang Made Mahendra Jaya.
"Apalagi waktu saya satu tahun, saya tidak ada visi yang berbeda, saya lanjutkan apa yng sudah ada dan memperkuat, itu yang perlu saya tegaskan," sambungnya.
Hal itu sejalan dengan instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian saat gelar serah terima jabatan kepada Pj Gubernur Bali pada 8 September 2023 lalu.
Saat itu Tito Karnavian mengatakan tidak akan memberikan izin kepada Sang Made Mahendra Jaya untuk membuat kebijakan yang bertentangan dengan kebijakan Wayan Koster sebelumnya. (*/Ana AP)
Baca Juga: Satgas Covid-19 Dibubarkan, Pj Gubernur Bali Sang Made: 'Imun Warga Bali Sudah Tinggi'