Berlangsung di Bali, Delegasi KTT AIS Harus Lihat Proyek Perusak Alam Pulau Dewata

Suara Denpasar

Kamis, 12 Oktober 2023 | 07:51 WIB
Berlangsung di Bali, Delegasi KTT AIS Harus Lihat Proyek Perusak Alam Pulau Dewata
Direktur WALHI Bali, Made Krisna Dinata alias Bokis (Suara Denpasar/ Rovin Bou)

Suara Denpasar - Banyak forum internasional yang berlangsung di Bali dengan bahasan lingkungan. Namun, seperti forum-forum pada umumnya yang hanya diisi dengan seminar dan bincang-bincang.

Tak ada yang riil bisa diharapkan. Begitu juga dengan pelaksanaan perhelatan KTT AIS 2023 di Bali. Ada baiknya, para delegasi mengunjungi langsung proyek-proyek yang merusak pesisir dan terjadi di Pulau Dewata ini.

Direktur WALHI Bali, Made Krisna Dinata menjelaskan, pengaturan ruang wilayah pada RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) maupun regulasi seperti RZWP3K (Rencana Zonasi Wilayah Perairan dan Pulau-Pulau Kecil) selalu berubah-rubah dan tidak jelas.

“Bahkan regulasi tersebut selalu menjadi bancakan dan legitimasi terhadap proyek- proyek yang merusak alam, seperti proyek reklamasi dan proyek predatoris lainnya. Berbagai proyek tersebut menghancurkan daya dukung dan daya tampung Bali,” ungkap Made Krisna Dinata.

lain yang penting disebut dalam hal ini adalah Tol Bali Mandara yang telah memberikan dampak buruk terhadap ekosistem mangrove di Tahura Ngurah Rai, Teluk Benoa.

Dalam kurun waktu 9 tahun telah terjadi peningkatan sedimentasi seluas 485.62 ha, yang tentunya akan mempengaruhi ekosistem di perairan Teluk Benoa. Di samping itu, pembangunan Jalan Tol Bali Mandara juga menerabas ekosistem mangrove sedikitnya 2 Ha.

Namun sampai saat ini tidak ada upaya pemulihan atau sanksi yang tegas terkait berkurangnya luasan hutan mangrove akibat pembangunan jalan tol tersebut.

umum, kawasan mangrove Tahura Ngurah Rai terus mengalami Penyusutan. Sekarang hanya tersisa seluas 1.158,44 hektar. Padahal sebelummnya, luasanya tercatat 1.203,55 hektar.

Beragam pembangunan tersebut, membuat masyarakat pesisir Bali semakin rentan karena dampak krisis iklim.

baca juga

Menurut Made Krisna Dinata, sebagai ekosistem pulau kecil, Bali sangat rentan terhadap Bencana Ekologis. Pantai Kuta dan sekitarnya mengalami abrasi yang cukup parah.

Data terbaru pada tahun 2023 menyebut, garis tepi pantainya sudah mengalami kemunduran 25-30 meter. Di Kabupaten Badung, Abrasi telah menghilangkan 703 meter serta sekitar sembilan bangunan rusak berat.

Tahun 2022 lalu, Abrasi juga telah merusak 70 rumah yang berada di pesisir Pantai Pebuahan. Pada Juli 2023 lalu, akibat cuaca ekstream yang menerjang Bali dalam bentuk Banjir, dan angin puting beliung yang melanda pantai Pebuahan, Desa Banyubiru Kabupaten Jembaran.

Sebanyak 216 Keluarga mengalami kerugian materiil karena rumah yang rusak serta perahu nelayan yang hancur.

Banyak warga atau masyarakat yang harus mengungsi ke rumah keluarga masing-masing karena merasa tidak aman.

“Dengan demikian, berbagai bentuk pembangunan infrastruktur yang dibangun di kawasan pesisir Bali akan memperparah penghancuran ekologis Pulau Bali sekaligus memperburuk dampak krisis iklim yang harus dihadapi oleh Masyarakat pesisir Bali kedepannya,” tukas pria yang akrab disapa Bokis itu. ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Proyek Mercusuar Triliunan di Bali, Pak Yan Koster Anggarkan Penanganan Kemiskinan Nol Rupiah

Proyek Mercusuar Triliunan di Bali, Pak Yan Koster Anggarkan Penanganan Kemiskinan Nol Rupiah

Denpasar | Rabu, 11 Oktober 2023 | 09:07 WIB

Terkini

Panas! Ejekan Justin Hubner ke Timnas Vietnam Berbuntut Panjang

Panas! Ejekan Justin Hubner ke Timnas Vietnam Berbuntut Panjang

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 18:08 WIB

Kekalahan dari Persib Jadi Sinyal Keras, Shin Tae-yong Beberkan Masalah Utama Persija

Kekalahan dari Persib Jadi Sinyal Keras, Shin Tae-yong Beberkan Masalah Utama Persija

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 17:55 WIB

Disuruh Jajan demi Selamatkan Negara? Dompet Kita: Giliran Gue Lagi?

Disuruh Jajan demi Selamatkan Negara? Dompet Kita: Giliran Gue Lagi?

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 17:52 WIB

Klub Mees Hilgers Punya Masalah Besar, Eks Pelatih MU Dituding Jadi Biang Kerok

Klub Mees Hilgers Punya Masalah Besar, Eks Pelatih MU Dituding Jadi Biang Kerok

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 17:51 WIB

9 Sunscreen untuk Memudarkan Flek Hitam dan Bekas Jerawat, Mudah Dibeli Online

9 Sunscreen untuk Memudarkan Flek Hitam dan Bekas Jerawat, Mudah Dibeli Online

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 17:46 WIB

Gus Ipul Tekankan Tiga Prioritas Pengelolaan Sekolah Rakyat

Gus Ipul Tekankan Tiga Prioritas Pengelolaan Sekolah Rakyat

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 17:46 WIB

Malaysia Perketat Keamanan Bandara Usai Pilot Malaysia Airlines Selundupkan Ekstasi ke Jakarta

Malaysia Perketat Keamanan Bandara Usai Pilot Malaysia Airlines Selundupkan Ekstasi ke Jakarta

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 17:41 WIB

Tito Minta 16 Kementerian/Lembaga Percepat Eksekusi Program Rehab-Rekon Pascabencana di Sumatera

Tito Minta 16 Kementerian/Lembaga Percepat Eksekusi Program Rehab-Rekon Pascabencana di Sumatera

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 17:40 WIB

Rilis Surfin' Boy, Red Velvet Warnai Musim Panas dengan Suasana Romantis

Rilis Surfin' Boy, Red Velvet Warnai Musim Panas dengan Suasana Romantis

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 17:40 WIB

Gus Ipul Bantah Isu Rebutan Tambang Jelang Muktamar NU: Itu Fitnah dan Jauh dari Fakta

Gus Ipul Bantah Isu Rebutan Tambang Jelang Muktamar NU: Itu Fitnah dan Jauh dari Fakta

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 17:37 WIB

×