Suara Denpasar - Pada laga ke-5 Pegadaian Liga 2 2023/24, FC Bekasi City yang sebelumnya meraih empat kemenangan beruntun harus menerima hasil tak terduga. Mereka menjamu Perserang Serang di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, pada Minggu (15/10) malam, dan justru takluk dengan skor 0-1.
Pertandingan ini menjadi penentu untuk mengetahui apakah FC Bekasi City dapat mempertahankan rekor kemenangan mereka atau tidak. Namun, gol sundulan kepala oleh Akbar Eka dari Perserang di menit ke-11 pertandingan membuat rekor kemenangan 100 persen FC Bekasi City terhenti.
Meskipun FC Bekasi City tampil lebih dominan di babak kedua dan memiliki beberapa peluang emas, mereka gagal mengkonversinya menjadi gol.
Pelatih FC Bekasi City, Widyantoro, mengambil tanggung jawab atas kekalahan ini. Dia menyatakan bahwa para pemainnya telah bermain dengan maksimal dan berusaha untuk mencetak gol. Namun, dalam pertandingan ini, nasib tidak berpihak kepada mereka.
Widyantoro juga mencatat bahwa banyak peluang emas terbuang begitu saja, dan ini menjadi bahan evaluasi bagi tim.
“Ada banyak peluang di depan gawang tapi satupun tidak ada yang berbuah gol. Ini tentu jadi bahan evaluasi kami. Yang pasti kami akan terus berusaha menjaga agar ritme yang ada terus ditingkatkan untuk dapat lolos ke babak berikutnya,” ujar Widyantoro dikutip dari laman Liga Indonesia Baru (16/10/2023).
Meskipun mengalami kekalahan, posisi puncak klasemen Grup 2 masih dikuasai oleh FC Bekasi City dengan 12 poin. Mereka sekarang hanya memiliki selisih 2 poin dari PSIM Yogyakarta yang menduduki peringkat kedua dengan 10 poin.
FC Bekasi City memiliki kesempatan untuk membalas kekalahan mereka pada laga ke-6, yang juga merupakan laga terakhir dalam putaran pertama fase grup, ketika mereka akan ditantang oleh tuan rumah Malut United FC.
Hasil dari pertandingan tersebut akan menjadi penentu sejauh mana FC Bekasi City dapat mempertahankan posisi unggul mereka di klasemen.(*/Rizal)