Suara Denpasar - Isu lokal pride jadi perhatian jelang Timnas Indonesia U-17 asuhan Bima Sakti akan menghadapi Piala Dunia U-17 November mendatang.
Persiapan-persiapan Piala Dunia U-17 mulai dipublish PSSI, terutama melalui akun instagram resmi mereka.
Tim asuhan Bima Sakti itu akan segera bertanding di ajang internasional melawan negara-negara hebat.
Akan tetapi dalam beberapa postingan tentang Timnas Indonesia U-17 melalui akun instagram PSSI, banyak warganet yang tidak antusias bahkan menyindir soal lokal pride.
Misalnya, salah satu postingan PSSI yang mengumumkan maskot resmi Piala Dunia U-17.
"Bacuda (Badak Cula Cahaya) sebagai maskot resmi dari event FIFA U-17 World Cup Indonesia 2023..," tulis akun instagram resmi PSSI dikutip Suara Denpasar pada Selasa, (24/10/2023).
Postingan itu hanya direspon komentar oleh 80 orang warganet pengguna instagram, salah satu dari mereka bahkan menyindir lokal pride.
"Sepi efek lokal pride," komentar akun @reycmailxyz02.
"Saya cuma risau Timnas U-17 pertama main langsung jadi lumbung gol," tulis akun @nurulhidayat3278.
"Ganti pelatih biar bisa berbicara banyak di Piala Dunia U-17," pinta akun @mohammad_asis98.
"Gak semangat sama pelatihnya, kosongkan saja stadion," ungkap akun instagram @di301020.
Bukan hanya itu, sebelumnya dalam salah satu postingan PSSI lainnya yang memperlihatkan sesi latihan Timnas Indonesia U-17, ada beberapa komentar negatif.
Bahkan Timnas Senior asuhan Shin Tae-yong disebut-sebut lebih populer dibandingkan tim asuhan Bima Sakti.
"Tidak menarik, lebih menghibur STY skuad," tulis akun @denyrivianto dalam kolom komentar.
"Pildun U-17 kalah populer dengan kualifikasi Piala Dunia bulan depan," komentar akun @buzzer_timnas.