Suara Denpasar - Transfer Gustavo Almeida dari Arema FC ke Persija Jakarta bukan hanya menjadi langkah strategis bagi Persija dalam memperkuat lini depan mereka.
Tetapi juga memberikan keuntungan besar bagi Arema FC, baik secara finansial maupun dalam mengoptimalkan komposisi tim.
Kedatangan Gustavo Almeida diharapkan dapat menjadi solusi untuk meningkatkan ketajaman lini depan tim Persija. Sebagai top skor Liga 1, Gustavo Almeida dianggap sebagai seorang predator lini depan yang dapat memberikan kontribusi signifikan.
Hal ini dianggap penting mengingat penilaian bahwa striker Persija saat ini dinilai kurang tajam. Harapannya, kehadiran Gustavo Almeida akan memberikan tambahan kekuatan yang dibutuhkan Persija untuk bersaing lebih baik di Liga 1.
Dilansir dari akun Instgaram @pathjakmania, dari sisi Arema FC, kepergian Gustavo Almeida juga membawa keuntungan finansial. Dana yang diterima dari transfer Gustavo Almeida dapat digunakan untuk menutup operasional tim.
Selain itu, keputusan ini juga memungkinkan Arema FC untuk mengubah status Ginanjar Wahyu dan Achmad Maulana dari pinjaman menjadi pemain permanen di Arema FC.
Transfer Gustavo Almeida, meskipun sulit untuk diterima, diambil sebagai langkah strategis dalam menjaga stabilitas keuangan dan mempersiapkan tim untuk sisa kompetisi Liga 1 2023/2024.
Dikutip dari laman resmi Arema FC, General Manager Arema FC, Muhammad Yusrinal Fitriandi, menyatakan bahwa keputusan ini bukan tanpa pertimbangan yang matang.
Meskipun sulit untuk melepas striker sekaliber Gustavo Almeida, Arema FC percaya bahwa dinamika sepak bola seringkali membawa perubahan yang tak terduga.
Baca Juga: Dilepas Persija Jakarta, Witan Sulaeman Resmi Diperkenalkan Bhayangkara FC
Ia juga mengucapkan terima kasih atas dedikasi luar biasa Gustavo Almeida selama membela Arema FC dan mencatat kontribusi 14 gol yang luar biasa dari striker asal Brasil itu.
Pasca peminjaman Gustavo Almeida, Arema FC berfokus untuk memaksimalkan sinkronisasi dengan pemain baru yang akan melengkapi komposisi tim.
Bursa transfer jeda kompetisi Liga 1 2023/2024 memberikan Arema FC kesempatan untuk memperkuat skuadnya hingga 28 November mendatang.
Muhammad Yusrinal Fitriandi juga mengakui bahwa Arema FC saat ini harus beradaptasi dengan berbagai perubahan, termasuk bermain di luar Malang dan dengan jumlah penonton yang minim.
Setelah Tragedi Kanjuruhan 1 Oktober 2022, Arema FC sementara waktu harus menggunakan Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, sebagai homebase mereka.
Meskipun kehilangan Gustavo Almeida, Inal tetap optimis terkait masa depan Arema FC. Ia menyatakan keyakinannya bahwa dengan komposisi yang ada, tim akan berjuang untuk menjauhi zona degradasi. Arema FC diharapkan mampu bertahan dan meraih prestasi yang lebih baik di sisa kompetisi Liga 1 2023/2024.(*)