Suara Denpasar - Prabowo Subianto dan Cak Imin merupakan dua kawan politik yang saat ini malah menjadi lawan dalam kontestasi Pilpres 2024.
Sempat berkoalisi, kini kedua pimpinan partai itu bersebrangan di pemilihan umum 2024. Keduanya sama-sama menjadi pemain yang bertarung satu sama lain.
Prabowo Subianto menjadi Calon Presiden atau Capres dari Koalisi Indonesia Maju, didampingi oleh Gibran Rakabuming selaku Cawapres.
Sedangkan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menjadi Cawapres dari Capres Anies Baswedan, Koalisi Perubahan untuk Persatuan.
Kedua pihak itu hadir dalam acara pembagian nomor urut Capres-Cawapres yang diselenggarakan oleh KPU.
Dalam acara itu hadir pula Ganjar Pranowo dan Mahfud MD selaku Capres dan Cawapres dari PDI Perjuangan, Perindo, Hanura dan PPP.
Hasil dari acara itu, Anies-Cak Imin mendapatkan nomor urut 1, Prabowo-Gibran nomor 2, dan Ganjar-Mahfud MD nomor 3.
Usai mendapatkan nomor, masing-masing pihak Capres Cawapres diberi kesempatan untuk menyampaikan pidato singkat secara bergantian sesuai dengan nomor urut. Pidato ketiga Capres itu disiarkan di stasiun televisi nasional.
Ketika Prabowo Subianto berpidato, ia diteriaki "Amin", ia juga kerap menyapa pasangan Anies-Muhaimin, bahkan dirinya mengaku setuju dengan aspirasi pasangan nomor urut 1 itu soal Pemilu yang jujur dan adil.
"Saya sangat setuju dengan aspirasi yang disampaikan pasangan nomor urut satu (pidato Cak Imin), saya sangat, kalau baik kita katakan baik, gitu," ucap Prabowo dilansir Suara Denpasar dari kanal YouTube KOMPASTV pada Rabu, (15/11/2023).
"Saya yakin KPU akan melaksanakan semua proses pemilihan umum dengan sebaik-baiknya, dengan sejujur-jujurnya, dengan seadil-adilnya," lanjutnya.
"Amin," teriak para hadirin berkali-kali.
Sebelumnya, Cak Imin menyampaikan pidato bahwa Pilpres 2024 harus dilihat seperti sepakbola, menjunjung tinggi sportivitas, dan bila ada kecurangan harus dilaporkan.
Pernyataan itulah yang membuat Prabowo Subianto sependapat dan setuju dengan pasangan nomor urut satu. (*/Ana AP)