Suara Denpasar - Timnas Indonesia akan menjalani laga tandang ke kandang Irak dalam lanjutan babak kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Laga melawan Irak nantinya tentu bukanlah laga yang mudah bagi timnas Indonesia mengingat peringkat FIFA Irak jauh lebih tinggi dibandingkan Indonesia.
Melansir situs resmi FIFA, Irak sekarang berada di peringkat ke-68 FIFA. Dan mereka berada di peringkat ke-7 untuk negara Asia.
Sedangkan Indonesia berada di peringkat ke-145 FIFA dan bahkan tidak masuk peringkat 10 besar negara Asia terbaik dalam sepakbola, yakini di peringkat ke-28.
Hal ini pun diakui sendiri oleh Shin Tae-yong, "Ini adalah laga tandang pertama kami. Kami menyadari tim Irak lebih kuat dibandingkan kami, dan memiliki para pemain berbakat,” buka Shin Tae-yong melansir situs resmi PSSI.
Meski begitu Shin Tae-yong tetap yakin dengan kemampuan pemainnya.
“Namun kami juga memiliki persiapan yang bagus sejauh ini, jadi kami akan berusaha memberikan penampilan terbaik kami di pertandingan besok," lanjut pelatih Shin.
Tantangan timnas Indonesia tak berhenti sampai di situ saja. Kabarnya timnas Irak akan mendapat dukungan penuh dari suporter mereka.
Berdasarkan informasi panitia lokal, tiket pertandingan timnas Irak melawan Indonesia telah ludes terjual. Yang artinya stadion berkapasitas 65 ribu kursi itu akan dipadati suporter tuan rumah.
Baca Juga: Disebut Kehabisan Bensin, Madura United FC Dibantai Persik Kediri Berkat Hattrick Flavio Silva
Mengenai hal itu, Shin Tae-yong yakin akan mental pemainnya dan menyarankan agar mereka menikmati setiap momen dalam pertandingan.
“Saya meminta para pemain kami untuk menikmati setiap momen pertandingan walau dukungan suporter tidak sebanyak yang diterima tuan rumah,” ungkapnya.
“Tapi kami akan mengusahakan yang terbaik untuk menciptakan peluang bagi. Selain itu para pemain kami juga lebih siap secara mental untuk laga ini," lanjutnya.
Berdasarkan statistik sebelumnya, timnas Irak selalu menang ketika berjumpa dengan timnas Indonesia. Meski begitu, Shin Tae-yong tak ambil pusing dengan itu dan menganggapnya sebagai masa lalu saja.
“Saya tidak tahu mengenai statistik sebelumnya, yang saya tahu apa yang telah menjadi masa lalu itu sudah lewat. Indonesia memiliki pelatih lain (berbeda) selama beberapa tahun terakhir,” kata pelatih kebangsaan Korea Selatan tersebut.
“Sebagai pelatih timnas kami (tim kepelatihan) telah ditantang untuk membawa perubahan di sepak bola Indonesia. Anda bisa melihat hasilnya di pertandingan besok," tambahnya.