denpasar

PSSI Disebut Butuh 150 Pemain Naturalisasi, Erick Thohir Buka Suara, Begini Katanya

Suara Denpasar Suara.Com
Minggu, 19 November 2023 | 12:30 WIB
PSSI Disebut Butuh 150 Pemain Naturalisasi, Erick Thohir Buka Suara, Begini Katanya
PSSI Disebut Butuh 150 Pemain Naturalisasi,  Erick Thohir Buka Suara, Begini Katanya

Suara Denpasar - PSSI belakangan ini gencar melakukan naturalisasi pemain untuk memperkuat Timnas Indonesia pada ajang Internasional.

Terbaru, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir mengumumkan bahwa pemain berkewargaan Belanda yang memiliki keturunan Indonesia yaki Ragnar Oratmangoen disebut memiliki komitmen untuk  membela Merah Putih.

Usai memperkenalkan pemain  yang berlaga  di kasta tertinggi  Liga Belanda bersama Fortuna Sittard itu, PSSI disebut membutuhkan sekitar 150 pemain naturalisasi.

Hal itu diekthaui mellaui unggahan aku Instagram @gondes.football beberapa waktu lalu. Erick Thohir disebutkan  membutuhkan data 150 pemain naturalisasi di segala level  kelompok  umur agar  bisa berprestasi di kancah dunia.

“Erick mengatakan ketersediaan pemain itu akan memudahkan tim pelatih dalam membentuk  squad. Jadi, Timnas Indonesia  akan siap  dalam berbagai ajang yang akan diikuti,” demikian keterangan yang ditulis admin akun tersebut dikutip Suara Denpasar, Minggu (19/11/2023).

Terkait beredarnya informasi  bahwa PSSI akan naturalisasi 150  pemain, Erick Thohir pun buka suara.

Berdasarkan keterangan tertulisnya, Erick Thohir menyebutkan bahwa informasi yang beredar tersebut merupakan kabar hoax bernada provokatif dan menyebut  hal itu merupakan fitnah yang tak masuk akal.

Ia pun menyesal akan pihak-pihak yang sengaja  menyebar berita hoax  tersebut.

"Satu hal yang jelas, unggahan soal 150 pemain di naturalisasi adalah sebuah berita bohong, fitnah yang tidak masuk akal. Hal yang patut disayangkan adalah pihak yang tak bertanggung jawab sengaja menyebar kabar bohong yang bernada provokatif itu jelas-jelas memiliki niat tak baik," ujar Erick dikutip melalui website resmi  PSSI, pssi.org.

Baca Juga: Curhat ke Istri Kaget Gabung Persija, Gustavo Almeida Siap Tampil Lebih Ganas

Dijelaskan, bahwa  mereka yang memiliki darah  Indonesia dari orangtua atau keluarganya   memiliki hak yang sama dengan WNI untuk memperkuat Timnas Indonesia.

Namun, untuk proses naturalisasi tetu tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Ada proses yang sangat ketat sebelum pemain keturunan bisa memperkuat skuad Garuda.

Hal itu dibuktikan, masih banyak pemain luar yang berminat  tidak bisa  memperkuat Timnas Indonesia karena tidak sesuai dengan standar dan prosedur yang ada.

“Perlu ditegaskan core utama timnas kita adalah pembinaan yang berjenjang,” tegasnya.

Erick menjelaskan saat ini fokus Timnas adalah membuat jenjang kelompok umur  mulai dari U-14,U-16,U-17, U-20, U-23  dan senior.

“Dengan proses pembinaan yang baik dan berjenjang, kita berharap regenerasi bisa terus berjalan dan timnas memiliki stok yang siap dan mumpuni untuk berkompetisi di segala tingkatan umur," lanjutnya. (Rizal/*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI