Suara Denpasar - Sosok Elia Myron sedang ramai jadi sorotan akibat pernyataan kontroversialnya yang tersebar di sosial media.
Namanya naik daun usai diundang oleh dr. Richard Lee dalam konten YouTube-nya, tema obrolan mereka tentang konflik Israel dan Palestina.
Akan tetapi, Elia Myron sebelumnya sudah sempat viral terlebih dahulu usai membahas isu sensitif, sehingga menuai kontroversi, terutama setelah pernyataan-pernyataannya tersebar di sosial media.
Diduga Minta Reformasi Al Quran
Salah satu pernyataan Elia Myron yang menimbulkan kontroversi adalah soal Al Quran, ia diduga meminta Kemenag mereformasi kitab suci tersebut.
Pernyataan Elia tentu daja menuai banyak kontroversi, karena dinilai menyinggung agama orang lain.
Akan tetapi Elia Myron sendiri mengakui pernyataannya soal reformasi Al Quran, namun ia menyangkal tuduhan-tuduhan yang tersebar di sosial media, menurutnya itu adalah kesalah pahaman.
"Saya meminta Kementerian Agama untuk mereformasi kitab suci mereka (Al Quran), hal ini merupakan kesalahan dalam daya tangkap," ucapnya dilansir Suara Denpasar dari kanal YouTube Elia Myron pada Rabu, (29/11/2023).
"Saya meminta Kementerian Agama untuk melakukan reformasi agar ayat-ayat Injil tidak dimasukan ke dalam tafsir keyakinan agama tertentu," lanjutnya.
Baca Juga: Kini Gandeng Aaliyah Massaid, Thoriq Halilintar Kena Serang Fans Thofu, 'Gatau Terimakasih'
"Sehingga reformasi yang saya maksudkan adalah agar ayat-ayat kitab suci dalam keyakinan kami tidak digunakan untuk mendukung tafsir keyakinan lain," jelasnya.
Profesi Elia Myron
Sosok Elia Myron banyak diperbincangkan, lalu apa profesi yang ia sedang jalani?
Dikutip dari kanal YouTube dr. Richad Lee, Elia berprofesi sebagai aktivis agama, ia menyebut profesinya adalah Apologet.
"Saya itu seorang Apologet, jadi kalau di Tiktok itu kan saya sering live tuh, di dalam live itu saya bergabung dengan komunitas Apologet lain," ucapnya.
"Apologet itu yang memberi pertanggungjawaban iman, jadi kalau penginjil itu kan hanya sekedar memberitakan injil, tapi kalau Apologet itu menjawab tuduhan-tuduhan atas serangan iman kekeristenan," jelasnya.