Usai Jalani Hukuman Kasus Narkoba, Imigrasi "Tendang" Dua WNA Malaysia

Suara Denpasar

Jum'at, 01 Desember 2023 | 10:56 WIB
Usai Jalani Hukuman Kasus Narkoba, Imigrasi "Tendang" Dua WNA Malaysia
Usai Jalani Hukuman Kasus Narkoba, Imigrasi "Tendang" Dua WNA Malaysia (Istimewa)

Suara Denpasar - Usai menjalani hukuman, dua warga negara asing (WNA) asal Malaysia akhirnya "ditendang" Imigrasi ke luar Bali.

Proses deportasi itu berlangsung pada 29 November 2023, di mana Unit Pelayanan Teknis Keimigrasian yang diketuai oleh Yasonna H. Laoly memulangkan MEBJ (28) dan AABA (29) ke Negeri Jiran.

Keduanya dinyatakan melanggar Pasal 75 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian.

MEBJ pertama kali tiba di Indonesia pada 4 Maret 2018 melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali dengan menggunakan Visa on Arrival.

Kunjungannya yang keempat kali ini, MEBJ mengakui digunakan untuk menonton event musik di Bali.

Namun, pada kunjungan terakhirnya pada 4 Maret 2018, MEBJ tertangkap membawa 17 pil ekstasi saat pemeriksaan Bea Cukai di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali. Barang haram tersebut didaku dibawa dari Malaysia.

Akibat peristiwa ini, MEBJ ditahan selama 2 bulan di Kantor Polisi dan kemudian dipindahkan ke Lapas Kerobokan untuk menjalani persidangan selama 4 bulan.

Pada tanggal 15 November 2023, MEBJ dibebaskan setelah diputus bersalah oleh hakim Pengadilan Negeri Denpasar atas pelanggaran pasal pidana 113 ayat 1 UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Kasus serupa menimpa AABA, WNA Malaysia lainnya. AABA tiba di Bali pada 23 Oktober 2016 menggunakan fasilitas Bebas Visa Kunjungan (BVK) bersama temannya. Saat pemeriksaan Bea Cukai dengan sinar-X, AABA terbukti membawa narkoba berupa pil ekstasi, shabu seberat 8,18 gram, dan obat Erimin Five sebanyak 39,75 gram. AABA dihukum penjara selama 10 tahun atas pelanggaran pasal 113 ayat (1) jo. 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

baca juga

Setelah mendapatkan beberapa remisi, AABA diberikan surat lepas oleh Lapas Narkotika Bangli pada 15 November 2023.

Orang asing yang terlibat dalam pelanggaran pidana dan terbukti bersalah akan menghadapi deportasi sebagai tindakan administratif keimigrasian.

Pejabat Imigrasi memiliki kewenangan berdasarkan Pasal 75 Ayat (1), yang menyatakan bahwa tindakan tersebut dilakukan terhadap Orang Asing yang berada di Wilayah Indonesia dan melakukan kegiatan berbahaya yang membahayakan keamanan, ketertiban umum, atau tidak mematuhi peraturan perundang-undangan.

MEBJ dan AABA diserahkan kepada Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Denpasar setelah keduanya bebas dari penjara. Namun, karena pendeportasian belum dapat dilaksanakan dengan segera, Imigrasi Denpasar memindahkan keduanya ke Rumah Detensi Imigrasi Denpasar pada 20 November 2023 untuk memfasilitasi pendeportasian lebih lanjut.

Gede Dudy Duwita, Kepala Rumah Detensi Imigrasi Denpasar, menjelaskan bahwa setelah 9 hari ditahan di Rudenim Denpasar dan menyelesaikan semua administrasi pemulangan, MEBJ dan AABA dideportasi melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali pada 29 November 2023 pukul 15.30 WITA, dengan tujuan akhir Kuala Lumpur, Malaysia. Semua biaya kepulangan, termasuk tiket penerbangan, ditanggung sepenuhnya oleh MEBJ dan AABA.

Proses pendeportasian dilakukan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) Pendeportasian Rudenim, dengan pengawalan hingga pintu pesawat. WNA yang telah dideportasi akan dicatat dalam daftar penangkalan oleh Direktorat Jenderal Imigrasi. Dudy menutup penjelasannya dengan merujuk pada Pasal 102 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, yang mencatat bahwa penangkalan dapat dilakukan maksimal enam bulan, dapat diperpanjang, dan bahkan dikenakan seumur hidup terhadap Orang Asing yang dianggap dapat mengganggu keamanan dan ketertiban umum.

Keputusan penangkalan lebih lanjut akan menjadi wewenang Direktorat Jenderal Imigrasi yang mempertimbangkan seluruh kasus yang mereka perbuat. ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bobotoh Bandingkan Kevin Ray Mendoza dengan Teja Paku Alam, 'Semoga Persib Nggak Blunder'

Bobotoh Bandingkan Kevin Ray Mendoza dengan Teja Paku Alam, 'Semoga Persib Nggak Blunder'

Denpasar | Senin, 27 November 2023 | 10:57 WIB

Segera Diresmikan Persib Bandung? Kevin Ray Mendoza Sudah Pamit ke Kuala Lumpur City

Segera Diresmikan Persib Bandung? Kevin Ray Mendoza Sudah Pamit ke Kuala Lumpur City

Denpasar | Senin, 27 November 2023 | 09:40 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×