Suara Denpasar - Pada Rabu (6/12/2023), klub asal Brasil, Santos mencatatkan sejarah kelam bagi klub setelah dipastikan terdegradasi dari kasta tertinggi Liga Brasil.
Hal ini menjadi yang pertama kalinya dialami mantan klub dari legenda sepakbola Brasil, Pele, setelah 111 tahun lamanya.
Sebelumnya, ada tiga klub di Serie A Liga Brasil yang tidak pernah terdegradasi ke Serie B. Yakni Santos, Flamengo dan Sao Paulo.
Namun setelah menelan 3 kali kekalahan dan 2 kali hasil imbang di 5 laga terakhir mereka, peringkat Santos langsung merosot ke peringkat 17 klasemen dengan hanya mengumpulkan 43 poin saja.
Melansir cbssports, sebelumnya sudah ada 3 klub yaitu America Mineiro, Coritiba dan Goias yang sudah dipastikan terdegradasi dari divisi 20 tim.
Sedangkan klub Bahia, milik City Football Group, mengamankan posisinya di divisi teratas dengan kemenangan gemilang 4-1 atas Atletico Mineiro.
Sementara itu Vasco da Gama tetap berada di luar zona degradasi setelah mencetak kemenangan 2-1 atas Bragantino.
Santos tampaknya akan terhindar dari degradasi ketika mereka menyamakan kedudukan 1-1 dengan Fortaleza di babak kedua. Di lain sisi Vasco ditahan 1-1 oleh Bragantino.
Namun, gol Serginho untuk Vasco pada menit ke-82 dan gol di masa tambahan waktu dari Lucero dari Fortaleza membuat juara Copa Libertadores tiga kali itu terdegradasi di depan ribuan pendukungnya sendiri yang frustrasi.
Di sisi lain klasemen, Endrick, yang akan bergabung dengan Real Madrid pada musim panas mendatang, mencetak gol pada menit ke-21 untuk membantu Palmeiras meraih hasil imbang 1-1 di Cruzeiro.
Palmeiras memastikan gelar juara ke-12 mereka secara berturut-turut dan memperpanjang rekor.
Mendiang legenda Brasil Pele membantu Santos menjadi salah satu klub paling terkenal di dunia sepak bola, utamanya di Brasil.
Tim tersebut menikmati era keemasannya di tahun 1950-an dan 1960-an saat mereka memenangkan 10 gelar turnamen negara bagian dan enam gelar liga Brasil.
Mereka juga mengangkat trofi Copa Libertadores (setara dengan Liga Champions) di Amerika Selatan, pada tahun 1962 dan 1963
Di tahun yang sama mereka juga memenangkan Piala Interkontinental yang merupakan trofi yang diperebutkan oleh tim-tim papan atas dari Eropa dan Amerika Selatan.