Seno Gumira Ajidarma Menyebut Citayam Fashion Week Tunjukan Bergaya tak Hanya Kalangan Atas

Suara Depok

Minggu, 31 Juli 2022 | 08:10 WIB
Seno Gumira Ajidarma Menyebut Citayam Fashion Week Tunjukan Bergaya tak Hanya Kalangan Atas
Rektor Institut Kesenian Jakarta yang juga sastrawan, Seno Gumira Ajidarma. (suara.com/Erick Tanjung)

Depok.suara.com - Budayawan Seno Gumira Ajidarma menyebut Fenomena Citayam Fashion Week di kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat sebagai upaya menerobos monopoli fashion oleh kalangan atas atau elit. 

Walau banyak pro dan kontra mengenai fenomena ini. Seno menilai pagelaran busana jalanan, menimbulkan gerakan bahwa bergaya tidak memandang kelas atas atau bawah.

"Gaya itu hak semua orang, maka saya bilang jangan dilihat kelasnya. Emang kelas bawah itu enggak boleh punya apa-apa? Enggak boleh bergaya apa-apa? Boleh dong," kata Seno dalam Obrolan Malam Suara (Ormas) pada Jumat (29/7/2022) malam kemarin.

Menurutnya, fenomena pagelaran busana jalanan ini adalah sebuah gejala kebudayaan anak muda. "Yang kemunculannya itu mungkin kayak tidak terwadahi begitu ya. Ada kebutuhan yang selama ini tidak terwadahi kemudian dapatnya jalanan itu," ujarnya.

Rektor Institut Kesenian Jakarta (IKJ) ini berujar, selama ini jarang ada ruang bagi anak muda untuk bisa menampilkan gaya berbusana. Sementara dengan Citayam Fashion Week mereka mendapat tempat untuk diapresiasi.

"Kalau ini kan orang apresiasi, mereka ngerti benar panggungnya. Cuma panggung benarannya enggak ketembus gitu loh. Jadi paling enggak di Dukuh Atas-lah, di sini anak mudanya diapresiasi," kata Seno.

Merebaknya fenomena Citayam Fashion Week ke sejumlah daerah lain dengan melakukan hal yang sama, menurutnya semakin menguatkan kebutuhan ruang untuk mengekpresikan diri lewat busana.

"Itu menular ke banyak kota begitu. Ini menunjukkan bahwa ada kebutuhan yang sama, bahwa fashion itu bukan monopoli kelas elitis. Satu bajunya itu kan bisa sebulan gajinya kelas bawah kan itu," ujar Seno.

Kendati demikian, fenomena Citayam Fashion Week tidak murni tentang fashion, namun lebih ke ruang ekspresi yang terhambat dampak dari pandemi Covid-19 beberapa tahun ini.

baca juga

"Kebutuhannya enggak murni fashion. Saya bilang gejala kebudayaan, itu karena ada yang mampet begitu. Mampet, artinya ada ruang yang tidak terbuka. Ruang ekspresi tidak terbuka, juga apa yang disebut wacana diborong oleh politik. Kemudian diborong kriminalitas, jadi dunia ini suram gitu loh. Mau omongin film, bioskopnya kayak gitu," kata Seno.

"Ini-kan ada ruang luas, ada musik ada orang cantik. Itu kan segar gitu. Seperti kataris, kesumpekkan, yang sudah lama dialami semua orang dengan pandemi ini. Seperti ending pandemi enggak habis-habis gitu. Enggak nyampe-nyampe gitu loh. Ini alternatif, ini jebol ini," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Untuk Citayam Fashion Week Amin Berdandan Ala Perempuan

Untuk Citayam Fashion Week Amin Berdandan Ala Perempuan

Poptren | Sabtu, 30 Juli 2022 | 23:37 WIB

Citayam Fashion Week Sudah Tidak Ada Lagi?

Citayam Fashion Week Sudah Tidak Ada Lagi?

Poptren | Sabtu, 30 Juli 2022 | 22:52 WIB

Terungkap, Ternyata Ini Penyebab Jeje Slebew Ngamuk Hingga Videonya Viral

Terungkap, Ternyata Ini Penyebab Jeje Slebew Ngamuk Hingga Videonya Viral

Depok | Sabtu, 30 Juli 2022 | 22:23 WIB

Terkini

Skuad Terbaik Persija Pilihan Shin Tae-yong Diketahui Saat Uji Coba Kontra Chiangrai United

Skuad Terbaik Persija Pilihan Shin Tae-yong Diketahui Saat Uji Coba Kontra Chiangrai United

Bola | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:37 WIB

Terungkap, Rahasia Pilot Malaysia Bawa Narkoba Rp160 M Lolos Pemeriksaan KLIA

Terungkap, Rahasia Pilot Malaysia Bawa Narkoba Rp160 M Lolos Pemeriksaan KLIA

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:15 WIB

KAI Palembang Buka Akses Magang, PKL, dan Penelitian secara Digital melalui InternHub

KAI Palembang Buka Akses Magang, PKL, dan Penelitian secara Digital melalui InternHub

Sumsel | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Pengamat Soroti Manuver Politik di Balik Kasus Eks Jampidsus

Pengamat Soroti Manuver Politik di Balik Kasus Eks Jampidsus

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol

Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:40 WIB

Simalungun Diguncang Gempa M 6,4: Getaran Terasa hingga Kabanjahe

Simalungun Diguncang Gempa M 6,4: Getaran Terasa hingga Kabanjahe

Sumut | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:29 WIB

Update Gempa NTT: 47 Nyawa Melayang, Ratusan Ton Bantuan Presiden Prabowo Mulai Dikirim

Update Gempa NTT: 47 Nyawa Melayang, Ratusan Ton Bantuan Presiden Prabowo Mulai Dikirim

Bali | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:22 WIB

3 Wisatawan Asing Jadi Korban Gempa NTT, Tertimpa Reruntuhan Hotel

3 Wisatawan Asing Jadi Korban Gempa NTT, Tertimpa Reruntuhan Hotel

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:20 WIB

Gempat M 7,7 Tak Surutkan Pesona Labuan Bajo: Wisatawan Aman, Kapal Kembali Melaut

Gempat M 7,7 Tak Surutkan Pesona Labuan Bajo: Wisatawan Aman, Kapal Kembali Melaut

Bali | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:07 WIB

6000 Pelari Ramaikan Titan Run 2026, Jarak 17,8 Km Berbuah Rekor MURI

6000 Pelari Ramaikan Titan Run 2026, Jarak 17,8 Km Berbuah Rekor MURI

Sport | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:03 WIB

×