Taufan Damanik mengatakan, apa yang diceritakan pacar Brigadir J yang sempat viral merekam korban menangis, menyebut adanya ancaman justru bisa memperkuat kesaksian pelecehan seksual terhadap Putri.
Seperti diketahui, tangkapan layer video call Brigadi J dan kekasihnya sempat viral di media sosial.
Saat itu, Brigadir J tampak menangis lantaran mengatakan mendapat ancaman pembunuhan dari Skuad Lama, yakni Kuat Ma'ruf.
Ada ancaman sampai dikejar Kuat Maruf
Saat dilakukan rekonstruksi, Brigadir J mendapat ancaman pembunuhan karena diduga melecehkan Putri Candrawathi.
"(Kata Vera) kenapa?. (Brigadir J menjawab) karena kalau naik ke atas, lantai 2, ibu sakit,” kata Taufan menirukan percakapan saksi.
“Makanya aku diancam mau dibunuh dia," kata Taufan mengulang percakapan Brigadir J dan pacarnya.
Dalam rekonstruksi kata Taufan, disebutkan ada adegan Brigadir J dikejar dan diancam Kuwat Maruf dengan menggunakan pisau.
"Jadi justru Vera pun akan memperkuat kesaksiannya itu," ujar Taufan.
Baca Juga: 6 Kebiasaan yang Bisa Membuat Seseorang Mudah Menjalin Hubungan Pertemanan
Dari temuan itu, Komnas HAM lantas meminta polisi mendalami dugaan pelecehan seksual di Magelang secara ilmiah.
Sudah BAP
Komnas HAM mengatakan, istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi sudah melaporkan kejadian kekerasan seksual yang dialaminya.
Kesaksian dari istri Ferdy Sambo tersebut sudah dimasukkan ke dalam berita acara pemeriksaan (BAP).
Sumber: Suara.com