Depok.suara.com, Sebanyak lima orang dipanggil pihak Kepolisian untuk dimintai keterangan terkait kebakaran gudang JNE di Jalan Pekapuran, Curug, Cimanggis, Depok yang terjadi pada Senin (12/9) kemarin.
Kepala Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor (Polsek) Cimanggis, AKP Hendra mengatakan, kelima saksi merupakan orang yang pertama kali mengetahui kebakaran tersebut.
"Kami sudah memeriksa lima saksi yang di TKP, tiga orang sekuriti dan dua orang karyawan JNE," katanya.
Api diduga berasal dari salah satu ruangan kemudian lapor ke petugas satpam lalu ke pihak Kepolisian.
Terkait penyebab kebakaran masih menunggu hasil Pusat Laboratorium Forensik (Pustabfor) Bareskrim Polri.
"Kami sedang menunggu Puslabfor Mabes Polri akan melakukan pemeriksaan. nanti kita baru bisa mendapat kesimpulan ya penyebabnya apa," katanya.
Sebelumnya diberitakan, seorang warga bernama Handi Aditya mengatakan, api kali pertama ia lihat berada di lantai dua gudang JNE di sebelah timur.
"Iya dari sebelah kiri (gudang JNE), merembet ke belakang area gudang hingga hampir kena pom bensin," katanya.
Kepulan asap masih terlihat di lokasi gudang ekspedisi JNE Jalan Pekapuran Kelurahan Curug Kecamatan Cimanggis pada Selasa (13/9).
Baca Juga: Masih Murah Dibandingkan dengan Pesaing Pertamina, Ini Alasan Pertamax Belum Capai Harga Keekonomian
Dugaan asap berasal dari sisa bara yang ada di area lokasi.
“Iya masi ada asap tipis karena sisa kebakaran hebat kemarin,” kata Kabid Pengendalian Operasi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok, Welman Naipospos.
Dia mengatakan, asap tipis yang masih terlihat saat ini sebagai hal yang lumrah terjadi usai kebakaran hebat. Namun untuk api saat ini sudah tidak ada.
“Itu biasa, masih ada sisa-sisa kebakaran kemarin yang cukup besar,” katanya.
Api kemarin berhasil dipadamkan kurang lebih lima jam. Saat ini masih dilakukan proses pendinginan. Kendati demikian pihaknya juga masih melakukan penyisiran dalam area.
“Kita masih melakukan penyisiran di lokasi. Semalam masih ada bara di area. Untuk saat ini sudah tidak ada namun kami tetap melakukan penyisiran,” ujarnya.
Semalam pihaknya juga menurunkan 10 unit mobil pemadam untuk melakukan pendinginan dengan cara menyiram air ke lokasi yang ada bara
“Semalam permintaan warga karena mereka khawatir ada api susulan jadi kami semalam sampai jam 9 di lokasi dan diturunkan 10 unit,” katanya.
Hari ini juga pihaknya juga menerima laporan dari pihak pemilik gedung bahwa masih ada sisa bara pagi tadi.
Kemudian ditindaklanjuti dengan mengirimkan lima unit mobi pemadam ke lokasi. Tiga dari Cimanggis, dua dari Tapos.