depok

Gelar Aksi Unjuk Rasa di Dua Titik, Ini Tuntutan Buruh di Depok

Suara Depok Suara.Com
Kamis, 15 September 2022 | 09:03 WIB
Gelar Aksi Unjuk Rasa di Dua Titik, Ini Tuntutan Buruh di Depok
Potret ikustrasi aksi unjuk rasa (istimewa)

Depok.suara.com, Ratusan pekerja yang tergabung dalam serikat pekerja atau di Kota Depok rencananya pada Kamis (15/9) akan melalukan aksi unjuk rasa di dua titik lokasi.

Dalam aksi unjuk rasa tersebut, mereka menolak kenaikan harga BBM, Batalkan Undang Undang Cipta Kerja Omnibuslaw dan tuntutan ketiga dimana pekerja minta agar upah pekerja di Depok naik 15 persen.

Soleh dari perwakilan Federasi Serikat Buruh Kamiparho PK Hotel Bumi Wiyata kepada wartawan mengatakan, lokasi titik yang akan menjadi sasaran aksi demo yakni gedung Balaikota dan Gedung DPRD.

"Jika tidak ada halangan kami dan rekan rekan pekerja akan demo di Balaikota dan DPRD," katanya.

Soleh menegaskan, tuntutan yang akan diperjuangankan ada tiga tuntutan yang pertama tolak kenaikan BBM.

"Kami menolak atas kebijakan pemerintah atas kenaikan BBM yg terlalu cepat dimana setelah diterpa badai covid perusahaan kami yaitu sektor perhotelan baru mulai merangkak ada peningkatan pendapatan,"katanya.

Dia menambahkan  selama ini dia bersama pekerja lainnya rela menerima upah sesuai dengan chasflow yang ada,

"Bulan ini kami berkeyakinan akan menerima upah 100%,tapi harapan itu pupus dengan kebijakan pemerintah yang menaikan harga BBM tanpa dibarengi dengan kenaikan upah yang akan berdampak dengan bertambahnya kebutuhan buruh karena pasti kebutuhan pokok akan ikut naik juga,"katanya.

Tuntutan kedua Batalkan Undang Undang Cipta Kerja Omnibuslaw dan tuntutan ketiga dimana pekerja minta agar upah pekerja di Depok naik 15 persen.

Baca Juga: Demokrat Yakin AHY Bakal Gandeng Anies Baswedan di Pilpres 2024, Alasannya Karena Ini

Sementara itu, Aliansi Masyarakat Depok Bersatu (AMDB) yang terdiri dari beberapa element masyarakat dan LSM menggelar aksi demo di halaman Gedung DPRD Kota Depok kawasan Kota Kembang GDC, Sukmajaya.

Koordinator AMDB, Pardong mengatakan AMDB yang merupakan gabungan GMBI, FPKD, KAPOK, FPS2D, JARPEL, JMD, Serikat Petani Depok, Parade Keadilan, FWT, LPPPPI, MPGPI, KSA, dan lain-lain menyoroti kondisi ekonomi rakyat kecil yang makin terpuruk akibat kenaikan harga BBM.

"Naiknya harga BBM membuat rakyat kecil tercekik karena dampak dari kenaikan tersebut membuat sejumlah barang kebutuhan pokok masyarakat ikut naik,"katanya 

Imbas dari kenaikan harga-harga membuat masyarakat yang perlahan mulai bangkit dari keterpurukan akibat pendemi covid 19 langsung jatuh lagi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI