Pengguna Vape Perlu Waspadai Popcorn Lung, Penyakit Langka yang Serang Paru-Paru

Suara Depok

Jum'at, 23 September 2022 | 14:57 WIB
Pengguna Vape Perlu Waspadai Popcorn Lung, Penyakit Langka yang Serang Paru-Paru
ilustrasi rokok elektrik (pixabay)

Depok.suara.com - Para remaja yang mulai menggemari rokok elektronik atau vape, daripada rokok biasa mungkin perlu waspada. Karena Ketergantungan terhadap vape juga bisa menimbulkan penyakit.

Banyak yang mengklaim vape membuat pengkonsumsinya tidak mengalami dampak penyakit separah rokok biasa. Hal ini membuat banyak yang beralih mengkonsumsi vape.

Padahal Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI menyebut, ada satu kondisi yang bisa timbul akibat rokok elektronik ini.

Salah satunya yakni popcorn lung. Penyakit ini terjadi saat saluran udara di paru-paru mengalami pengecilan sehingga menyebabkan batuk serta napas yang pendek. Hal ini dikarenakan cairan pada rokok elektronik terdapat perisadiasetil.

Dilansir dari sciencedirect, senyawa diasetil merupakan perasa bagi makanan dan minuman terutama mentega.

Meskipun pada tahun 1980an FDA menyebutkan perasa ini aman, tetapi WHO pada tahun 2015 menyebut, senyawa ini lebih berbahaya jika dipanaskan serta dihirup.

Selain itu, menghirup senyawa ini dalam waktu yang lama bisa sebabkan timbulnya penyakit paru yaitu Bronchiolitis Obliterans.

Lalu apa itu popcorn lung?

Healthline menyebut, popcorn lung yang biasa disebut Bronchiolitis Obliterans merupakan penyakit paru-paru langka yang menyebabkan jaringan parut serta peradangan pada bronkiolus.

baca juga

Ketika saluran terkecil di paru-paru ini meradang, akan menyebabkan mengi, sesak napas serta kesulitan bernapas.

Pada awalnya, senyawa diasetil yang menjadi penyebab penyakit popcorn lung menyebabkan seorang pekerja sebuah pabrik popcorn jatuh sakit.

Senyawa diasetil yang terkandung dalam perasa rokok elektronik ini juga terkandung dalam perasa popcorn. Hal inilah yang membuat penyakitbyang ditimbulkannya disebut juga dengan sebutan popcorn lung.

Selain pada popcorn dan rokok elektronik, senyawa diasetil juga umumnya ditemukan di bahan rasa mentega untuk produk, kopi berasa, karamel, minuman rasa buah dan beberapa produk susu.

Meskipun kini berbagai perusahaan makanan telah menyadari bahaya bahan perasa dengan kandungan senyawa diasetil ini. Namun, justru kini ditemukan di produk rokok elektronik.

Pada tahun 2016, dilakukan penelitian tentang kandungan senyawa diasetil pada rokok elektronik dan cairan isi ulangnya.

Hasilnya ditemukan bahwa 75% rokok elektronik dan cairan isi ulangnya mengandung bahan kimia atau senyawa diasetil yang sama seperti pada perasa popcorn yang sebabkan pekerja di pabrik popcorn jatuh sakit.

Sumber: Suara.com

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kerugian Negara Capai Rp1 Triliun dari Pencucian Uang Rokok Ilegal di Kepri

Kerugian Negara Capai Rp1 Triliun dari Pencucian Uang Rokok Ilegal di Kepri

Batam | Jum'at, 23 September 2022 | 13:49 WIB

Pakai Modus Jual Roti, Sebuah Toko Terciduk Edarkan Rokok Ilegal di Probolinggo

Pakai Modus Jual Roti, Sebuah Toko Terciduk Edarkan Rokok Ilegal di Probolinggo

Malang | Jum'at, 23 September 2022 | 13:50 WIB

Jadi Objek Pajak, Konsumen Rokok Minta Dilibatkan dalam Regulasi Pertembakauan

Jadi Objek Pajak, Konsumen Rokok Minta Dilibatkan dalam Regulasi Pertembakauan

Bisnis | Rabu, 21 September 2022 | 18:01 WIB

Terkini

Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB

Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB

Sumsel | Kamis, 25 Juni 2026 | 23:52 WIB

BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026

BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026

Sumsel | Kamis, 25 Juni 2026 | 23:32 WIB

AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?

AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?

Bola | Kamis, 25 Juni 2026 | 23:03 WIB

Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela

Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela

Bola | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:51 WIB

Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel

Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel

Sumsel | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:46 WIB

3  Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:42 WIB

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:41 WIB

Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2

Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2

Banten | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:30 WIB

Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel

Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel

Sumsel | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:21 WIB

Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026

Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026

Bola | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:05 WIB