Kesalahpahaman Mitos Kecantikan Wanita, jangan Asal Percaya

Suara Depok

Selasa, 25 Oktober 2022 | 12:45 WIB
Kesalahpahaman Mitos Kecantikan Wanita, jangan Asal Percaya
Freepik

Depok.suara.com - Rata-rata wanita menghabiskan uang yang tidak sedikit jumlahnya untuk membeli produk kecantikan sepanjang hidup mereka, dan ini mungkin termasuk membeli krim untuk menghilangkan mata panda atau berbotol-botol perawatan kulit yang mahal.

Banyak dari mereka yang mendengar banyak sekali mitos kecantikan sepanjang hidup mereka, sampai akhirnya memercayai semua mitos tersebut yang belum tentu benar.

Mitos 1: Hitam membuat Anda terlihat lebih ramping

Berharap bisa melangsingkan bentuk tubuh dalam waktu singkat, warna hitam justru memberi efek sebaliknya. Warna ini membuat tubuh terlihat lebih besar karena warnanya yang bersifa tetap. 

Hitam justru menarik perhatian orang pada sesuatu di tubuh Anda yang Anda coba sembunyikan, karena warna ini sebenarnya cerah. Ilusi optik ini tidak berlaku di siang hari, jadi pakaian monokromatik tidak membantu Anda terlihat lebih ramping. Cobalah pilih warna selain hitam seperti hijau gelap, biru tua, dan abu-abu.

Mitos 2: Krim dengan SPF tinggi melindungi Anda dengan lebih baik

Label kemasan mengatakan bahwa itu SPF 30, bukan berarti perlindungannya akan bertahan sampai 10 jam. Anda akan cenderung tertipu dengan informasi ini dan memakai tabir surya dengan SPF paling tinggi hanya sekali saja.

Faktanya, seberapa pun tingginya kandungan SPF, tabir surya harus dioleskan kembali setiap 2 jam. Kalau Anda ternyata berkeringat banyak atau sedang berenang, Anda harus lebih sering memakainya kembali.

Mitos 3: Jangan pernah memecahkan jerawat

baca juga

Anda pasti pernah mendengar bahwa memencet jerawat hanya akan menimbulkan jerawat baru dan bisa menimbulkan infeksi. Namun jika Anda tahu jerawat mana yang harus dipecahkan dan kapan, memencet jerawat bisa sangat menguntungkan.

Jerawat kuning yang meradang sebaiknya dipecahkan untuk meningkatkan proses penyembuhan dan mengeluarkan nanah/bakteri yang menciptakan tekanan di bawah kulit. 

Satu yang perlu diingat, Anda disarankan untuk memencet atau memecahkan jerawat menggunakan pin atau jarum yang sudah disterilkan. Dan Anda sebaiknya memercayakan kepada tenaga profesional, karena hal ini sangat rentan menimbulkan infeksi atau meninggalkan bekas luka.

Mitos 4: Keramas setiap hari berbahaya

Keramas setiap hari justru sehat, membuat badan terasa segar dan tidak membawa efek buruk apa pun. Semuanya tergantung pada jenis rambut dan tingkat aktivitas Anda. Yang tidak boleh Anda abaikan adalah bahan-bahan yang ada di dalam sampo. 

Pastikan bahannya tidak keras yang bisa merusak rambut (seperti silikon, pantenol, dll.). Anda juga bisa menggunakan kondisioner tanpa bilas setiap hari setelah keramas. Pastikan Anda membilas busa-busa sampo hingga bersih. 

Mitos 5: Minum banyak air menyembuhkan kulit kering

Minum banyak air jika berlebihan akan menimbulkan masalah kesehatan lainnya sehingga menjadi tidak efektif. Kulit Anda bisa mengalami dehidrasi bukan karena tidak minum cukup air, melainkan karena air menguap dari kulit Anda dengan cepat. 

Dengan perawatan kulit yang baik, hal tersebut dapat di cegah dan mampu mempertahankan kelembapan untuk periode waktu yang lebih lama. Anda boleh coba menggunakan produk dengan kandungan asam hialuronat yang kabarnya sangat efektif dan cocok untuk segala jenis kulit.

Mitos 6: Anda bisa menghilangkan mata panda bawaan

Anda bisa saja tidur cukup dan menjalani gaya hidup sehat, tetapi mata panda atau lingkaran hitam di bawah mata masih tetap muncul. Dengan kata lain, tidak banyak yang bisa Anda lakukan soal mata panda bawaan.

Mata panda juga bisa terlihat lebih buruk kalau Anda berada di bawah sinar matahari. Anda tidak bisa menghilangkan mata panda sepenuhnya karena terkait dengan genetis, tapi setidaknya, Anda bisa menutupi mata panda ini menggunakan riasan.

Mitos 7: Produk perawatan rambut bisa menghilangkan rambut bercabang

Ada beberapa produk perawatan rambut yang menawarkan solusi untuk menyatukan rambut bercabang. Namun, yang sesungguhnya terjadi adalah produk seperti serum dan kondisioner rambut hanya membuat ujung yang bercabang tidak terlalu terlihat dan mungkin memperlambat prosesnya, tapi juga tidak bisa menghilangkan masalah ini sepenuhnya. Anda bisa gunakan cara yang lebih baik yaitu rutin memakai masker rambut, memotong rambut, dan melindungi rambut dari sinar matahari langsung. ***

Sumber: brightside.me

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Apakah Gagal Ginjal Akut ada Kaitannya dengan Covid-19? Ini Jawaban Kemenkes RI

Apakah Gagal Ginjal Akut ada Kaitannya dengan Covid-19? Ini Jawaban Kemenkes RI

Depok | Sabtu, 22 Oktober 2022 | 09:45 WIB

Kemenkes RI Rilis Daftar Rumah Sakit Rujukan untuk Gangguan Ginjal Akut

Kemenkes RI Rilis Daftar Rumah Sakit Rujukan untuk Gangguan Ginjal Akut

Depok | Sabtu, 22 Oktober 2022 | 07:15 WIB

Kombinasi Sayuran dan Buah dalam Minuman Detox untuk Bersihkan Racun Tubuh dan Turunkan Berat Badan

Kombinasi Sayuran dan Buah dalam Minuman Detox untuk Bersihkan Racun Tubuh dan Turunkan Berat Badan

Depok | Kamis, 20 Oktober 2022 | 11:15 WIB

Jangan Berikan Obat dalam Bentuk Sirup ke Anak, Simak Imbauan Ikatan Dokter Anak Indonesia terkait Kasus Gagal Ginjal Akut

Jangan Berikan Obat dalam Bentuk Sirup ke Anak, Simak Imbauan Ikatan Dokter Anak Indonesia terkait Kasus Gagal Ginjal Akut

Depok | Kamis, 20 Oktober 2022 | 07:15 WIB

Terkini

Setelan Ganas Honda NSF250RW Tantang Gelombang Panas Eropa, Kans Ramadhipa Rajai Moto3 Magny-Cours

Setelan Ganas Honda NSF250RW Tantang Gelombang Panas Eropa, Kans Ramadhipa Rajai Moto3 Magny-Cours

Sport | Sabtu, 25 Juli 2026 | 19:15 WIB

The Black Lizard: Duel Kecerdasan Detektif dan Ratu Kriminal yang Menegangkan

The Black Lizard: Duel Kecerdasan Detektif dan Ratu Kriminal yang Menegangkan

Your Say | Sabtu, 25 Juli 2026 | 19:00 WIB

Prabowo Sebut Cak Imin, Dasco dan Bahlil 3 Kancil Politik: Kalau Mereka Kumpul Repot Kita!

Prabowo Sebut Cak Imin, Dasco dan Bahlil 3 Kancil Politik: Kalau Mereka Kumpul Repot Kita!

Video | Sabtu, 25 Juli 2026 | 19:00 WIB

Nekat Tembak Paha Korban Lalu Kabur ke Lampung, Duo Maling Motor Matraman Ciut di Tangan Polisi

Nekat Tembak Paha Korban Lalu Kabur ke Lampung, Duo Maling Motor Matraman Ciut di Tangan Polisi

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 18:39 WIB

6 Cara Mengatasi Blush On Ketebalan dan Terlalu Menor, Tak Khawatir Merusak Makeup

6 Cara Mengatasi Blush On Ketebalan dan Terlalu Menor, Tak Khawatir Merusak Makeup

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 18:35 WIB

Derita Selisih Stock Opname Toko, saat Karyawan Jadi Samsak Omelan Bos

Derita Selisih Stock Opname Toko, saat Karyawan Jadi Samsak Omelan Bos

Your Say | Sabtu, 25 Juli 2026 | 18:30 WIB

Fairuz Al Rafiq & Sonny Septian Terapkan Pola Asuh Mereka di Film Anak-Anak Bambu

Fairuz Al Rafiq & Sonny Septian Terapkan Pola Asuh Mereka di Film Anak-Anak Bambu

Video | Sabtu, 25 Juli 2026 | 18:30 WIB

Pakar Soroti Dugaan Keterkaitan Eks Jampidsus, Dorong KPK Ambil Alih

Pakar Soroti Dugaan Keterkaitan Eks Jampidsus, Dorong KPK Ambil Alih

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 18:28 WIB

Menkeu Ancam Kejar Peserta Tax Amnesty Bandel, PPATK Ikut Telusuri Dana Masuk

Menkeu Ancam Kejar Peserta Tax Amnesty Bandel, PPATK Ikut Telusuri Dana Masuk

Bisnis | Sabtu, 25 Juli 2026 | 18:28 WIB

Penghitungan Kerugian Negara Disorot, BPKP Diminta Evaluasi Metode Audit

Penghitungan Kerugian Negara Disorot, BPKP Diminta Evaluasi Metode Audit

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 18:22 WIB

×