Depok.suara.com - Semenjak viral karena video mahar sertifikasi tanah, keluarga Yessi sering dihujat oleh warganet. Banyak yang menuduh keluarga tersebut berlebihan meminta mahar kepada calon suami Yessi yakni Ryan Dono.
Ternyata dalam podcast Uya Kuya, ibunda dari Yessi mengaku belum mengizinkan putrinya untuk menikah. Hal ini karena, dia berharap putrinya bisa bekerja terlebih dahulu setelah diperjuangkan menempuh pendidikan tinggi.
“Saya pikir namanya biaya wisuda ya maaf kami kan namanya dari keluarga yang cukup pas-pasan, jadi buat biaya wisuda kita kan pinjam” jelas ibu Yessi, dalam cuplikan video yang diunggah akun Instagram @Rumpi_Gosip.
Bagi ibu Yessi, walau segala keperluan pernikahan biasanya ditanggung pihak laki-laki. Dirinya menyatakan pihak perempuan tetap harus mempersiapkan keuangan.
Tetapi di sisi lain, dirinya juga berharap putrinya bisa menikmati hasil kerja kerasnya terlebih dahulu. Apalagi Yessi telah dibiayai hingga mendapat pendidikan tinggi.
"Saya kan pengennya nikmatin dulu lah hasil kerja dia, maksudnya kalau udah suami kan gak enak mau minta-minta ke anak” tambah ibu Yessi lagi.
Walau begitu dirinya mengaku senang karena putrinya sudah ada yang mau melamar. Artinya ada ada yang mau menikahi anaknya. Namun ia kembali menegaskan belum ingin sang anak menikah.
“Jangan secepat ini maksud saya, masih pengen istilahnya nikmatin hasil jerih payah dia. Dia kan punya adik-adik juga” tambah Ibu Yessi lagi.
Mendengar pernyataan dari ibu Yessi membuat banyak komentar dari warganet. Banyak yang menilai ibunda dari Yessi tidak ikhlas melihat anaknya bahagia.
Baca Juga: Jokowi Tinjau Rumah Contoh Tahan Gempa dan Tambah Besaran Bantuan Bagi Warga Cianjur
"pentingnya rasa ikhlas dalam merawat anak” ujar salah seorang warganet,
“pingin nya si Ibu yesi kerja dulu,,balikin modal yg udah di pake sekolah dan kuliah” tambah lainnya,
“emak bapak gw juga cukup pas"an.. tapi gk pernah tuh minta jerih payah mereka dibales.. anaknya mau nikah kapan pun.. hasil kerja juga gk pernah minta” komentar warganet lagi,
“Dari sini gua paham, masih banyak orang tua beranggapan kalo anak itu sebagai investasi masa depan mereka.” tulis lainnya.